Idealnya Porsi Asing di Bank 41 %

Senin 1 Jul 2013, 7 : 04 pm
by

JAKARTA- Bank Indonesia (BI)  perlu melakukan upaya strategis mengurangi dominasi asing di perbankan nasional. Sebab, dominannya modal asing di industri perbankan nasional akan sangat membahayakan stabilitas sistem keuangan. Idealnya, porsi kepemilikan saham perbankan oleh investor asing  sebesar 41 %, sementara 59 % dimiliki investor domestik.  “Saya melihat, memang dominasi terlalu besar dari kepemilikan asing itu memang sangat berbahaya dari sisi stabilitas sistem keuangan sehingga perlu direview,” kata  Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (DG-BI), Hendar saat menjalani fit and proper test calon DG-BI di Gedung DPR Jakarta, Senin (1/7).

Seperti diketahui, Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menguji tiga calon Deputi Gubernur BI yang diajukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menggantikan Muliaman D Hadad yang mengundurkan diri karena terpilih menjadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tahun lalu.

Tiga calon Deputi Gubernur BI yang akan melakukan fit and proper test hari ini adalah Asisten Gubernur BI Hendar, Asisten Gubernur BI Mulya Siregar dan Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Devisa Treesna W Suparyono.

Dalam paparannya, Hendar banyak menyinggung soal porsi kepemilikan bank di perbankan nasional.  Dominasi modal asing diperbankan nasional bisa membahayakan stabilitas sistem keuangan. Karena itu,  BI akan membuat strategi pembatasan kepemilikan modal asing secara bertahap. “Saat ini saya melihat, memang dominasi itu terlalu besar dari kepemilikan asing, dan itu sangat berbahaya dari sisi stabilitas sistem keuangan,” kata dia

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Reformasi Gagal, Sasmito: Oligarki Berkolaborasi Dengan Pengemplang BLBI

JAKARTA-Ketua Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN), Sasmito Hadinegoro menilai sejumlah

Pengamat: Penting KIB Membangun Koalisi Besar Untuk Stabilitas Pemerintahan

JAKARTA-Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menanggapi Partai Demokrat yang mengungkapkan butuh