IHSG Rawan Profit Taking

JAKARTA-Bursa AS kembali bergerak menguat semalam memfaktorkan mundurnya Lawrence Summers sebagai kandidat gubernur The Fed. Namun demikian, pasar mulai memfaktorkan sentiment negatif dari pernyataan Obama yang tidak akan bernegosiasi dengan Kongres  terkait tambahan plafon utang pemerintah AS. Harga minyak kembali bergerak melemah ke level US$106.6/barel diikuti mayoritas harga metal dunia. ETF Indonesia di bursa AS menguat 4.2% semalam dan membukukan kenaikan sekitar 6.9% dalam 2 hari perdagangan terakhir. “Bursa Asia sendiri pagi ini dibuka melemah seiring pasar mulai wait and see terkait hasil Fed Meeting yang akan dimulai malam ini,” ujar analis valas PT Samuel Sekuritas di Jakarta, Selasa (17/9).

Menurut dia, harga minyak melanjutkan koreksinya pagi ini ke level US$105.8/barel. Nilai tukar Rupiah pagi ini dibuka melemah ke level Rp11,300/US$ seiring dengan pergerakan NDF. IHSG sendiri yang telah menguat 11% hanya dalam sepekan terakhir terlihat sangat rawan koreksi terutama beberapa saham yang telah menguat signifikan dari sektor banking, cement, construction dan property. Rentannya penguatan IHSG yang mencapai 450poin dalam 6 hari terakhir juga terlihat dari posisi net-buy asing yang hanya sekitar Rp2.7 triliun. Support indeks berada di level 4,450.

 

Baca :  Stablitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga