IKA Lemhannas PPSA XXI Dukung Arissetyanto Nugroho Jabat Rektor UI

IKA LEMHANAS
Arissetyanto Nugroho, yang saat ini mencalonkan diri sebagai Rektor Universitas Indonesia (UI) menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo pada tahun 2016.

JAKARTA-Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas PPSA XXI (IKAL PPSA XXI) mendukung Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, MM menjadi Rektor Universitas Indonesia (UI). Pemilihan rektor perguruan tinggi di seluruh Indonesia saat ini merupakan seleksi yang strategis demi masa depan Indonesia.

Selain kualifikasi pendidikan, Indonesia saat ini membutuhkan rektor yang memenuhi syarat tiga sehat yakni sehat jasmani, sehat rohani dan sehat ideologi. Oleh karena itu, Arissetyanto Nugroho, yang alumnus Lemhannas RI PPSA XXI didukung penuh untuk menjabat sebagai Rektor UI untuk masa jabatan 2019-2024.

“Arissetyanto adalah penerima Satyalencana Wirakarya thn 2016 dari Presiden Jokowi karena dianggap berhasil dalam mengembangkan kewirausahaan,” ujar Ketua IKAL PPSA XXI, Komjen Pol (Pur) Arif Wachjunadi di Jakarta, Rabu (14/08).

Baca :  Ketua Bidang Hukum PPP: Kasihan Ahok di Fitnah oleh Saksi

Menurut Arif, Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) adalah program pendidikan pemimpin nasional strategis tertinggi di Lemhannas. PPSA merupakan pendidikan pimpinan nasional strategis yang biasa disebut pendidikan setara bintang dua, yang diikuti pejabat TNI/Polri dan Sipil terseleksi.

Pendidikan setara bintang dua mengingat peserta TNI/Polri adalah mereka yang berbintang satu hingga bintang tiga, dan sementara peserta sipil berasal dari para tokoh masyarakat dan para rektor perguruan tinggi.

“Sebelum diterima sebagai peserta pendidikan Lemhannas kepada seluruh calon peserta dilakukan screening oleh pihak terkait. Setidaknya mereka yang sudah masuk dalam pendidikan lemhannas adalah mereka yang dinyatakan lulus secara administratif, sehat jasmani, sehat rohani dan sehat ideologi yang sangat dibutuhkan Indonesia saat ini,” ujar Arif Wachjunadi, yang mantan Sestama Lemhannas RI.

Baca :  Tangani Radikalisme Tak Perlu Over Acting

Dijelaskan lebih lanjut, sosok Arrisetyanto Nugroho sangat dibutuhkan oleh UI yang beberapa waktu lalu diberitakan sebagai salah satu dari sepuluh perguruan tinggi negeri yang terpapar radikalisme.

Indonesia tidak hanya membutuhkan orang pandai, demikian ditegaskan Arif, tetapi membutuhkan pimpinan yang setia akan NKRI serta Pancasila, serta mempunyai sikap dalam menghadapi radikalisme.