IMF: Kita Sekarang Resesi, Lebih Buruk Dari Krisis 2008

Newly selected International Monetary Fund (IMF) Managing Director Kristalina Georgieva speaks at a press conference at the IMF headquarters on September 25, 2019, in Washington. - The IMF on Wednesday formally selected Georgieva of Bulgaria to be only the second woman to lead the 189-member institution. (Photo by Eric BARADAT / AFP)

JENEWA-Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva memperingatkan resesi yang lebih buruk daripada krisis keuangan global pada 2008.

“Kita sekarang dalam resesi, jauh lebih buruk daripada krisis keuangan global,” kata Georgieva seperti dikutip ANTARA, pada Jumat (3/4/2020).

Dalam konferensi pers bersama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mencatat “dua krisis” – krisis kesehatan dan ekonomi – disebabkan oleh wabah COVID-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah IMF.

Georgieva menekankan bahwa menyelamatkan nyawa dan melindungi mata pencaharian harus berjalan seiring ketika Virus Corona menyapu seluruh dunia.

Menurut WHO, lebih dari satu juta kasus COVID-19 yang telah dikonfirmasi telah dilaporkan, termasuk lebih dari 50.000 kematian.

Baca :  PDI Perjuangan Dukung Kebijakan Pemerintah Dalam Mitigasi Covid-19

Untuk mengakomodasi lonjakan ini, IMF mengerahkan total kapasitas keuangan satu triliun dolar AS, kata Georgieva, menekankan bahwa “kami bertekad untuk menggunakan sebanyak yang diperlukan dalam melindungi ekonomi.”

Memperhatikan bahwa hampir 90 miliar dolar telah keluar dari pasar negara berkembang, bahkan lebih dari skala yang terlihat selama krisis keuangan global 2008, Georgieva mengatakan IMF memobilisasi bantuan pembiayaan darurat ke negara-negara emerging markets dan negara-negara berkembang, yang terpukul keras oleh pandemi.

Lebih dari 90 negara telah mengajukan permintaan kepada IMF untuk pembiayaan darurat, kata Georgieva, menyerukan negara-negara ini untuk memprioritaskan penggunaan pembiayaan guna membayar pekerja kesehatan, memastikan fasilitas kesehatan berfungsi dengan baik, serta mendukung orang-orang dan perusahaan yang rentan.

Baca :  Mulai 1 Juli, Produk Digital Dari Luar Negeri Dipungut PPN

Dia memperingatkan gelombang kebangkrutan dan PHK akan membuat pemulihan semakin sulit.