IMM NTB: Terorisme Adalah Kejahatan dan Musuh Bersama

MATARAM-Bangsa Indonesia saat ini dikejutkan aksi teror beruntun yang terjadi di beberapa kota di Jawa Timur. Aksi beruntun yang berawal dari tiga lokasi yang berbeda yaitu di gereja pada saat umat Kristiani melakukan ritual keagamaannya hari Minggu 13 Mei 2018 yang mengakibatkan puluhan korban jiwa.
Aksi terornya dilanjutkan ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya yang menewaskan 4 orang pelaku dan puluhan korban lain yang diduga dilakukan oleh satu keluarga tersebut.

Sebagai warga negara Indonesia turut belasungkawa atas musibah ini. Terutama kepada saudara kita umat Kristiani yang diganggu proses ritual ibadahnya saat peledakan bom bunuh diri di beberapa gereja yang terjadi di Surabaya. Situasi seperti ini tidak boleh membuat kita lengah sedikitpun. Indonesia tidak tidak boleh ciut semangatnya dan takut sedikitpun untuk melawan aksi teror seperti ini apapum alasannya.

Baca :  DPD : Parpol Jangan Persulit Calon Independen

Aksi teror merupakan kejahatan besar yang harus dilawan secara berjamaah, negera dengan segala perangkat kekuatannya harus bisa melumpuhkan aksi tersebut. Tidak ada alasan pembenaran dengan alasan dan pendekatan apapun yang bisa membenarkan aksi teror semacam ini, apalagi aksi teror dengan bunuh diri. Sangat disayangkan apalagi melibatkan anak kecil yang tak berdosa yang dijadikan korban (tumbal) operasi teror.

Kami mengutuk aksi biadab ini yang menurut kami sangat mengganggu situasi keamanan dan kenyamanan negara. Polisi harus segera mengusut operasi teror tersebut. Jangan sampai Indonesia diganggu keamanan dan kenyamanannya dengan tindakan biadab seperti itu.

Sebagai saudara sebangsa kami mengucapkan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada saudara kami umat Kristiani yang sudah diganggu kenyamanannya dalam beribadah. Kita jangan terprovokasi atas kejadian ini untuk meretakkan hubungan persuadaraan dan kebangsaan kita. Kita solid dalam bingkai kebhinekaan, kita lawan berjamaah aksi kejahatan teror ini.

Baca :  TPDI Minta Polri-Danpuspom TNI Buka Kembali Penyidikan Pidana Kasus Mei 1998

Tidak ada kebenaran apapun dibalik aksi teror seperti ini, apalagi dikaitkan dengan keyakinan agama tertentu untuk bisa dibenarkan. Jangan menggunakan legalitas keagamaan apapun untuk menumpang legalitas aksi kejahatan teror. Tidak ada satu keyakinan agama manapun yang membenarkan aksi ini, aksi semacam ini murni kejahatan kemanusiaan yang harus dilawan. Aparat kepolisian segera bertindak tegas dan cepat atas aksi ini, jangan sampai menyebar di kota_kota lain yang akan mengganggu situasi keamanan nasional di tengah situasi politik (PILKADA serentak) saat ini.

Ketua DPD IMM NTB Supratman