INAF Bidik Laba Bersih di 2020 Tumbuh 12,69% Jadi Rp8,97 Miliar

ilustrasi

JAKARTA-PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) menargetkan pertumbuhan laba bersih di 2020 sebesar 12,69 persen menjadi Rp8,97miliar. Sepanjang 2019, perseroan mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp7,96 miliar.

Berdasarkan Laporan Tahunan INAF untuk Tahun Buku 2019 yang dipublikasi di Jakarta, Rabu (8/7), perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 44,85 persen dengan nilai pendapatan usaha atau penjualan bersih di 2020 sebesar Rp1,97 triliun dibanding 2019 yang sebesar Rp1,36 triliun.

Manajemen INAF menyebutkan, sejak memasuki tahun ini, perseroan tetap konsisten melanjutkan penerapan kebijakan strategis di 2019, yakni Turnaround Strategy Indofarma, sehingga perseroan diharapkan bisa memenuhi semua kewajiban dan ekspektasi stakeholders.

Selain strategi penetapan target laba bersih dan pendapatan usaha, pada tahun INAF tetap konsisten untuk memperbaiki portofolio segmen penjualan, baik di Indofarma maupun PT Indofarma Global Medika (IGM) selaku anak usaha yang fokus pada segmen penjualan.

Baca :  Menparekraf Dorong Travel Agen di Indonesia Miliki Platform Digital

INAF berupaya mengubah portofolio dengan memperbesar prosentase penjualan ke segmen regular dan secara bertahap mengurangi prosentase penjualan segmen e-catalog maupun tender.

Ada pula strategi memperbaiki portofolio penjualan segmen produk, baik di INAF maupun IGM, yakni produk pharma, ekstrak dan diagnostic alat kesehatan.

Serta, lebih fokus pada pengembangan bisnis dan penjualan produk-produk diagnostik maupun alat kesehatan.

INAF juga mengaku akan lebih fokus pada pengembangan bisnis dan penjualan produk ekatrak maupun herbal.

Target peluncuran produk baru sebanyak 87 item, memperbaiki struktur keuangan, efisiensi biaya, memperkuat  sumber daya manusia (SDM), serta mengembangkan pertumbuhan bisnis baru melalui joint venture maupun joint operation.

Lebih lanjut manajemen INAF menegaskan, perseroan konsisten menjalankan strategi bisnis yang ditetapkan pada 2019, meski proyeksi pertumbuhan ekonomi secara global berubah akibat kondisi pandemi Covid-19.

Baca :  Masih Ada Covid-19, Pelaksanaan Pilkada Serentak Disarankan "Geser" ke 2021

“Namun, industri farmasi dan alat kesehatan diprediksi tetap bertahan,  bahkan meraih pertumbuhan di tengah pandemi Covid-19,” demikian disebutkan INAF