Indonesia Infrastructure Finance Tawarkan Obligasi Rp1,5 Triliun

ilustrasi

JAKARTA-PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) akan menawarkan obligasi berkelanjutan I Tahap I tahun 2019 senilai Rp1,5 triliun pada 13-16 Desember 2019. Penawaran obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum obligasi berkelanjutan senilai Rp3 triliun yang akan diterbitkan secara bertahap.

Dalam prospektus IIF yang diumumkan Senin (25/11), disebutkan, obligasi IIF tahap I tahun 2019 ini terdiri atas seri A, B dan C dengan tenor masing-masing satu, tiga dan lima tahun.

Obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Desember 2019. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menerbitkan pernyataan efektif untuk penerbitan obligasi IIF ini pada 12 Desember 2019.

Dana dari penawaran umum obligasi ini akan digunakan sebesar 66,7% untuk pembayaran kembali sebagian utang kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Sisanya 33,3% untuk ekspansi kegiatan pembiayaan proyek-proyek infrastruktur sesuai dengan usaha Perseroan,” tulis manajemen IIF.

Baca :  Bursa AS Masih Konsolidasi

Hingga Juni 2019, pendapatan IIF tercatat Rp399,97 miliar, naik 8,77% dari Rp367,71 miliar per Juni 2018. Dari pendapatan tersebut, perusahaan pembiayaan infrastruktur itu membukukan laba Rp5,58 miliar, turun 57,4% dari Rp13,11 miliar.

Penurunan laba ini disebabkan antara lain oleh kenaikan beban umum dan administrasi, serta beban bunga