Inflasi dan Neraca Perdagangan Membaik

Monday 2 Dec 2013, 10 : 49 pm
by

JAKARTA-Bank Indonesia (BI)  mencatat inflasi November 2013 masih berada dalam tren menurun. Data BI menyebutkan, inflasi November 2013 tercatat 0,12% (mtm) atau 8,37% (yoy). Meskipun sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi Oktober 2013 sebesar 0,09%, inflasi November 2013 lebih rendah dibandingkan dengan pola historisnya dalam lima tahun terakhir.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI,  Difi A. Johansyah mengatakan inflasi yang rendah masih dipengaruhi berlanjutnya deflasi di kelompok volatile food yakni deflasi 0,57% (mtm) pada November 2013 akibat koreksi harga cabai terutama di Jawa dan Kawasan Timur Indonesia (KTI) serta penurunan harga daging ayam ras di hampir seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, inflasi inti November 2013 juga melambat menjadi 0,20% (mtm), dari bulan sebelumnya sebesar 0,34% (mtm). “Dengan masih berlanjutnya tren penurunan inflasi ini, BI memperkirakan inflasi tahun 2013 akan di bawah 9% dan menurun pada kisaran target 4,5±1% pada tahun 2014,” kata dia.

Sementara itu, jelas dia neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2013 membaik sesuai perkiraan bank sentral. Pada Oktober 2013, neraca perdagangan kembali surplus sebesar 0,05 miliar dolar AS, setelah sebelumnya pada September 2013 mencatat defisit 0,81 miliar dolar AS. Perbaikan neraca perdagangan dipengaruhi surplus neraca perdagangan nonmigas yang meningkat menjadi 0,79 miliar dolar AS, terutama ditopang perbaikan ekspor nonmigas yang secara tahunan tumbuh positif 2,5% (yoy) akibat meningkatnya volume ekspor produk primer (CPO dan karet mentah) dan produk manufaktur (antara lain tekstil dan produk tekstil dan peralatan listrik). Selain itu, impor nonmigas juga terkontraksi 8,8% (yoy), khususnya pada kelompok bahan baku dan barang modal sejalan dengan pengaruh tren perlambatan permintaan domestik. “Pada sisi lain, defisit neraca perdagangan migas pada Oktober 2013 menyempit menjadi 0,74 miliar dolar AS, dari defisit sebesar 1,31 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya. Penurunan defisit neraca perdagangan migas ini dipengaruhi kontraksi pada impor migas sebesar 9,4% (yoy) dan meningkatnya ekspor migas sebesar 3,0% (yoy). Sejalan perkembangan ini,  BI  memandang prospek defisit transaksi berjalan ke depan akan terus membaik,” pungkas dia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

SPKLU Rest Area KM 57A Catat Transaksi Tertinggi

JAKARTA – Guna memanjakan pemudik yang menggunakan kendaraan listrik EV
Nusa Konstruksi Enjiniring

Pasar Antisipasi Data Neraca Berjalan 1Q13

JAKARTA-Bursa AS kembali mencetak  new high  setelah menguat sekitar 1%