Inflasi Lebaran Cukup Terkendali

JAKARTA-Sesuai dengan pola musiman Lebaran, inflasi mengalami peningkatan walau tetap terkendali. Inflasi IHK bulan Juli mencapai 0,93% (mtm), sedikit membaik dibandingkan laju inflasi Lebaran dalam 3 tahun terakhir yang rata-rata sebesar 1% (mtm). Secara tahunan inflasi IHK mencapai 4,53% (yoy), masih melanjutkan tren penurunan yang terjadi sejak awal tahun 2014. “Pada musim Lebaran kali ini, kenaikan inflasi bulan Juli terutama terjadi pada kelompok bahan makanan dan kelompok transportasi. Inflasi volatile food mencapai 2% (mtm) atau 2,63% (yoy) terutama disumbang oleh komoditas ikan segar, beras, daging sapi dan bawang merah,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Tirta Segara di Jakarta, Senin (4/8).

Menurutnya, kenaikan inflasi subkelompok transportasi mencapai 1,36% (mtm) terutama disumbang oleh tarif angkutan antar kota dan tarif angkutan udara. Kenaikan inflasi bulan ini juga kembali disumbang oleh penyesuaian tarif listrik untuk pelanggan Rumah Tangga. Dengan perkembangan tersebut, inflasi yang diatur Pemerintah (administered prices) mencapai 1,32% (mtm) atau 6,18% (yoy). Sementara itu, inflasi inti masih terkendali dan relatif stabil mencapai 4,64% (yoy). Hal ini didukung oleh masih menurunnya harga komoditas global dan menguatnya Rupiah, permintaan yang masih termoderasi, serta ekspektasi inflasi yang terjaga.

BI menilai inflasi hingga Juli 2014 ini masih sejalan dengan pencapaian sasaran inflasi 4,5±1% pada 2014 dan 4,0±1% pada 2015. Namun demikian, BI a akan terus mencermati berbagai risiko inflasi di semester II-2014 seperti potensi meningkatnya harga pangan akibat El Nino dan dampak dari pembatasan konsumsi BBM bersubsidi yang mulai diterapkan sejak 1 Agustus 2014. “Untuk itu, BI secara konsisten akan menempuh langkah-langkah kebijakan dalam rangka mengelola inflasi dan meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah,” pungkasnya.