Intan Fauzi Loloskan APBN Rp 12,5 Miliar Untuk Program KOTAKU di Kota Bekasi

Anggota DPR RI, Hj Intan Fauzi, SH, LL.M tengah berbincang dengan tokoh masyarakat di Kota Bekasi

BEKASI-Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat mencatat kawasan kumuh di wilayah setempat mencapai 445 hektar yang tersebar di 112 titik. Penataan kawasan ini telah dimulai tahun ini dengan dana dari Anggaran Pendapadatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp 12,5 miliar.

Anggota DPR RI Intan Fauzi mengatakan, ada tujuh kawasan kumuh yang telah ditata pada tahun 2019. Antara lain; Kelurahan Kalibaru, Harapan Mulya, Margamulya, Margahayu, Jatisari, Mustikasari, dan Harapan Baru dengan luas mencapai 100 hektar.

“Tahun 2020 kami mengusulkan lagi tujuh titik untuk ditata,” kata Intan di Bekasi, Selasa, 17 Desember 2019.

Menurutnya, ketujuh titik tersebut berada di Kelurahan Jatisari, Margamulya, Jatiranggan, Kalibaru, Harapanmulya, Jatiluhur, dan Medansatria.

Baca :  Sosialisasi Omnibus Law Harus Cepat Agar Investor Masuk ke Daerah

Ia menyebut, anggaran yang diusulkan sebesar Rp 14 miliar. Sebab, alokasi anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Rp 2 miliar setiap kelurahan.

Intan mengatakan, skema pekerjaan penataan kawasan kumuh melibatkan penduduk setempat yang tergabung di dalam Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM).

“Ini bagian dari program pemberdayaan masyarakat juga, supaya mereka ikut serta tapi ada pengawasan dari Kementerian PUPR, pemerintah daerah hanya menetapkan titik saja,” kata dia.

Ia mengatakan, sejumlah penataan di kawasan kumuh mulai dari sanitasi, drainase lingkungan, jalan paving blok, kolam resapan, sumur artesis untuk kebutuhan air bersih di kawasan yang telah ditata tersebut.

Baca :  Intan Fauzi Salurkan Paket Sembako ke 23 Kecamatan se Kota Bekasi dan Kota Depok

“Setelah ditata ini, perilaku masyarakat yang harus diubah, supaya kawasan tetap bersih,” ujar Intan yang sekarang duduk di Komisi IX.

Intan menambahkan, salah satu contoh penataan kawasan kumuh di Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria.
Kawasan lebih dari lima hektar dengan kondisi lingkungan padat penduduk ini telah berubah menjadi kawasan bersih.

Sebelumnya, kata dia, ada saluran air terbuka juga dimanfaatkan oleh penduduk setempat sebagai tempat buang air besar.

“Sekarang saluran itu ditutup menggunakan box culvert, di atasnya dipakai akses jalan lalu dicat warna-warni,” ujar politisi asal PAN ini.

Lurah Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Rena Nurwanginten mengatakan, setelah ada penataan kawasan kumuh di wilayahnya, banjir yang kerap terjadi di titik tersebut menjadi berkurang. Sebab, selain ada perbaikan saluran, juga dibuatkan kolam resapan air.

Baca :  Formappi: Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi Sangat Positif

“Kondisi lingkungan sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya,” ujar dia.