Intan: Jadilah Pemilih Yang Cerdas

BEKASI-Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Jabar VI, Intan Fitriana Fauzi, SH, LLM mengajak masyarakat Kota Bekasi dan Kota Depok agar menjadi pemilih yang cerdas dengan berpegang teguh pada hati nurani.  Salah satu ciri pemilih cerdas adalah tidak tergoda dengan politik transaksional kendati diiming-imingi segepok  uang . “Jangan sampai menggadaikan masa depan bangsa dengan uang yang tidak seberapa,” kata Intan yang juga caleg nomor urut 1  usai menghadiri kampanye putaran terakhir PAN di Bekasi, Jumat (4/4).
Menurutnya, politik uang sangat tidak sehat bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. Untuk itu, Intan berharap agar masyarakat jangan memberi ruang bagi caleg yang menggandalkan model politik transaksional. Sebab cara-cara politik uang menjadi bom waktu bagi bangsa ini kedepan yang pada gilirannya akan menghancurkan martabat bangsa. “Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, Pemilu menjadi peristiwa penting dan strategis karena merupakan kesempatan memilih calon legislatif dan perwakilan daerah yang akan menjadi wakil rakyat. Untuk itu, gunakan hak pilih dengan baik dengan memilih wakil rakyat yang amanah,” ujar alumni  Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) ini.

Dia mengatakan warga negara yang telah memenuhi syarat berhak ikut menentukan siapa yang akan mengemban kedaulatan rakyat melalui Pemilu.  Karena itu, selain merupakan hak, partisipasi  memilih dalam Pemilu merupakan panggilan sebagai warga negara. Dengan ikut memilih berarti masyarakat mengambil bagian dalam menentukan arah perjalanan bangsa ke depan. “Saya berharap, pemilih tidak saja datang dan memberikan suara, melainkan menentukan pilihannya dengan cerdas  sesuai dengan hati nurani,” ujar mantan dosen Fakultas Hukum UI ini.
Dengan demikian, jelasnya, pemilihan dilakukan tidak asal menggunakan hak pilih, apalagi sekedar ikut-ikutan.  Tetapi harus secara cerdas menggunakan hak politiknya dengan baik.

Lebih lanjut, Intan berharap agar  pemilih memastikan bahwa para calon legislatif yang akan dipilih nantinya haruslah orang baik. “Dia harus menghayati nilai-nilai agama dengan baik dan jujur, peduli terhadap sesama, berpihak kepada rakyat kecil, cinta damai dan anti kekerasan,” jelasnya.

Sedangkan calon legislatif yang  berwawasan sempit, mementingkan kelompok, dikenal tidak jujur, korupsi dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kedudukan sebaiknya tidak layak dipilih menjadi wakil rakyat.  Untuk itu, hati-hatilah dengan sikap ramah-tamah dan kebaikan yang ditampilkan calon legislatif hanya ketika berkampanye, seperti membantu secara material atau memberi uang. “Hendaklah tidak terjebak atau ikut dalam politik uang yang dilakukan para caleg untuk mendapatkan dukungan suara. Demi terjaga dan tegaknya bangsa ini, saya juga mengajak pemilih untuk memilih calon legislatif yang mau berjuang untuk mengembangkan sikap toleran dalam kehidupan antarumat beragama dan peduli pada pelestarian lingkungan hidup,” pungkasnya.

Baca :  Suka Hina dan Maki di Medsos, Presiden Minta Perbanyak Pelajaran Etika