Investor Masih Cukup Berhati-hati

Ilustrasi

JAKARTA-S&P Jumat kemarin ditutup menguat tipis 0.03% dimana perbaikan tingkat pengangguran ter-offset oleh new jobs yang berada di bawah estimasi.

EIDO ditutup menguat 0.22%. Harga minyak brent berhasil menguat 0.64% akibat spekulasi OPEC akan menekan produksi. Nikel ditutup melemah 0.5% sedangkan Timah berhasil naik 1.3%.

Harga CPO kemarin ditutup melemah 1.2% dan menjadikan harga CPO telah melemah dalam 4 hari berturut-turut.

Penurunan ini menjadikan spread dengan Soybean melebar akibat harga Soybean justru menguat dalam 3 hari berurut-turut.

Analis Valas PT Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih menyebutkan bursa Asia pagi ini bergerak mixed dengan bursa Nikkei melemah akibat new jobs AS di bawah ekspektasi.

Baca :  Cadev Akhir Juli 2014 Naik Menjadi US$110,5 Miliar

Sementara itu Kospi berhasil menguat 1% melanjutkan penguatan dalam 3 hari.

“Rupiah pagi ini berhasil menguat 0.3%,” ujarnya seperti dikutip dari laman samuel.co.id di Jakarta, Senin (10/11).

Dari dalam negri katanya, JK menyatakan Jokowi yang akan mengumumkan kenaikan harga BBM. Jokowi sendiri dijadwalkan baru kembali ke Indonesia pada tanggal 16 November.

Investor saat ini tampaknya semakin berhati-hari dalam mengantisipasi kenaikan harga BBM karena sebelumnya investor mengekspektasikan kenaikan harga BBM terjadi pada awal November.

“Investor membutuhkan katalis baru yang dapat mengkompensasi data GDP Indonesia yang mengecewakan,” pungkasnya.