Jaga Stabilitas Pangan, Pemerintah Harus Fokus ke Pertanian

JAKARTA-Pemerintah Indonesia harus mengedepankan kedaulatan dan kemandirian pangan dengan fokus kerja pada sektor pertanian untuk menyikapi dinamika perekonomian global yang kerap mengalami ketidakpastian “Kenapa selama ini TNI peduli pada sektor pertanian? Dalam doktrin pertahanan semesta, TNI juga mengutamakan kemandirian logistik dalam upayanya menjaga pertahanan dan keamanan negara. Jadi, kami memang mengedepankan kemandirian dan kedaulatan pangan,” papar ┬áPanglima TNI Jenderal Moeldoko ┬ádalam acara Seminar Tahunan ke-14 Citi Economic and Political Outlook di Jakarta, Rabu (16/4).

Selama ini, jelas Moeldoko, pemenuhan kebutuhan pangan Indonesia sudah sangat bergantung pada ketersediaan pasokan di luar negeri. “Sekarang kita seperti sedang diinfus. Beras sampai garam didatangkan dari luar (negeri). Kami menginginkan adanya semangat tidak mengimpor bahan pangan dan harus maju bersama,” tegas Moeldoko.

Dengan demikian, lanjut dia, pemerintahan ke depan perlu untuk mengembangkan pembangunan ekonomi yang terfokus pada sektor pertanian. Sehingga, kata dia, hal tersebut dapat menciptakan stabilitas pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan domestik melalui produksi di dalam negeri. “Saya yakin perekonomian Indonesia akan terus tumbuh. Dan, pertumbuhan ekonomi Asia Timur berpengaruh kuat terhadap perekonomian Indonesia. Negara-negara di Asia Timur bisa maju karena tiga penting yang mereka lakukan,” tuturnya.

Moeldoko merincikan, ketiga hal tersebut adalah kemampuan sejumlah negara Asia Timur dalam memanfaatkan momentum krirsis ekonomi di Barat. Kedua, kemampuan memantapkan nasionalisme di dalam negeri dengan melakukan proteksi terhadap potensi geopoilitik dan geoekonomi dari berbagai bentuk intervensi asing. “Hal ketiga yang mestinya harus dilakukan adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Mulai tahun 2017 masyarakat usia produktif di Indonesia akan mulai mencapai puncaknya, yakni usia 15-64 tahun. Bonus demografi ini menjadi baik, jika SDM memilik pendidikan dan keahlian yang baik,” katanya.

Baca :  Lawan CEPA Dengan Produk Lokal