Jokowi-JK Bisa Terjerat Utang Luar Negeri

Politisi Golkar, Bambang Soesatyo

JAKARTA-Rumor tentang masuknya mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam kabinet Jokowi-JK  santer dibicarakan publik. Masalahnya Sri Mulyani sempat kontroversial kasus Bank Century dan kini menjadi Direktur Bank Dunia.

“Kami khawatir Jokowi JK terjerat utang luar negeri yang pernah terjadi diera SBY,” kata Politisi partai Golkar, Bambang Soesatyo, di Jakarta, Senin, (13/10/2014). 

Menurut Bamsoet-panggilan akrabnya, kalau memang benar Sri Mulyani masuk dalam jajaran kabinet Jokowi JK,itu tidak terlepas dari intervensi asing.

“Kalau benar Sri Mulyani dalam kabinet atau minta nasihat, itu ada peran asing benar terutama pengaruh IMF dan bank Dunia,” ungkapnya.

Bamsoet menambahkan jika hal itu terjadi akan dapat perlawanan kuat KMP. “Karena kami jadi benteng terakhir kedaulatan ekonomi masyarakat Indonesia. Apalagi komitmennya,  tidak terjadu pembengkakan utang dengan bunga tinggi,” Makanya, kata Bambang Soesatyo, Jokowi tidak konsisten dengan janji kampanyenya.

Baca :  Pidato Politik Megawati Soekarnoputri pada Pembukaan HUT 47 Tahun PDIP

“Kami tantang pembuktian Jokowi tentang Trisakti dan revolusi  mental. Kalau orientasinya pada ketergantungan asing, mana revolusi mental dan Trisaktinya,”  sindirnya.

Artinya Jokowi yang dianggap representasi rakyat membawa partai wong cilik, tetapi sama saja dengan SBY dengan Demokrat. Dengan gamblang Bamsoet mengatakan kalau Sri Mulyani masuk dalam bursa kabinet Jokowi JK,maka trackrecord yang bersangkutan harus dicermati,”terangnya. 

“Kan ada kasus menggantung Sri Mulyani, kami tunggu pergerakan KPK, langkah KPK untuk tingkatkan Boediono jadi tersangka. Penyidikan Boediono ini kan terkait Sri Mulyani. Karena Budi Mulya masih internal BI. Kalau Bailout kan pemerintah dan BI,” ungkapnya.

Intinya ini membuktikan Indonesia masih tergantung pada asing. “Kalau Jokowi bertekad ingin angkat ekonomi masyarakat, dan Trisakti, maka pilihannya bukan Sri Mulyani,” imbuhnya. (ek)

Baca :  Perumus Kebijakan Bukan Malaikat