Jokowi: Pinjaman Dana Program Mekaar Harus Menetas

Presiden saat meninjau barang dagangan peserta program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di alun-alun Kota Cilegon, Banten, Jumat (6/12).

CILEGON-Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan peserta program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) agar disiplin menggunakan dana tersebut.
Jangan sampai dana tersebut dibelokan untuk kegiatan yang tidak perlu.

Hal ini disampaikan Kepala Negara kepada Ibu-ibu peserta program Mekaar binaan PT PNM usai meresmikan pabrik polyethylene baru milik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk di alun-alun Kota Cilegon, Banten, Jumat (6/12).

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, para peserta program Mekaar di Cilegon, Banten merupakan bagian dari nasabah Mekaar di tanah air. Saat ini, jumlah nasabah Mekaar sudah mencapai 5,9 juta.

“Apa yang ingin saya katakan? Ibu-ibu adalah orang-orang yang dipercaya. Hati-hati. Karena mendapatkan bantuan pinjaman tanpa agunan,” katanya.

Baca :  Jadi Anggota DK PBB, Jokowi: Hasil Kerja Keras Indonesia, Tidak Hamburkan Uang

Jokowi mengatakan, besaran pinjaman memang berbeda-beda. Ada yang diberi (pinjaman, red) Rp2 juta, ada yang diberi Rp8 juta, ada yang diberi Rp6 juta.

Hal ini membuktikan para peserta program Mekaar ini dipercaya.

Kalau diberi Rp2 juta bisa dipercaya, lanjut Presiden, tahun depan naik level diberi Rp4 juta, kalau Rp4 juta bisa dipercaya, disiplin, diberi Rp8 juta atau Rp6 juta.

“Naik terus. Sekali lagi, artinya Ibu-ibu dipercaya,” ujar Presiden.

Presiden mengingatkan Ibu-ibu yang memperoleh pinjaman dari Mekaar itu untuk berhati-hati. Jangan sampai kepercayaan itu dibelok-belok. “Hati-hati. Kalau orang sudah tidak dipercaya, untuk mengembalikan kepercayaan itu sulit sekali,” tuturnya.

Untuk itu, Presiden Jokowi berpesan agar mereka disiplin dalam mengangsur. Misalnya, tambah Presiden, mengangsurnya hari Senin, maka Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu itu sudah mulai menyisihkan untuk ditabung sehingga ininya terus bergulir.

Baca :  Agnez Mo, Presiden dan Tumis Pepaya

“Disiplin. Kalau bilang Senin, Senin juga harus ada. Ini penting sekali. Kalau harus dikumpulkan Jumat, ya Jumat dikumpulkan ada,” pesan Presiden.

Kepala Negara juga mengingatkan agar pinjaman itu harus menetas dan menjadi besar.

“Kalau Ibu-ibu nanti sudah mentok ditanam di Mekaar mentok, sudah Rp10 juta, enggak bisa nambah lagi, sambung Presiden, nanti akan dipindah ke BRI, sehingga bisa naik ke Rp25 juta sampai ke Rp500 juta,” pungkasnya.