Jor-joran Iklan Meikarta, Dari Media Hingga Buka Lapak Promosi di Kejagung

photo www.meikarta-lippocikarang.com

JAKARTA-Meski proses perijinannya masih bermasalah, promosi Mega proyek kota Mandiri Lippo Group Meikarta semakin gencar dan masif, dari menyebar iklan keberbagai media, hingga mendirikan stand diberbagai intansi Pemerintah, Sekolah dan Rumah Sakit.

Akhir pekan kemarin, tim marketing proyek mercusuar yang menelan dana investasi hampir Rp 300 Triliun itu agresif memasarkan Meikarta.

Salah seorang staf marketing Meikarta Aldi mengaku sudah dua hari melakukan pameran di komplek Kejagung sejak Kamis-Jumat, (14-15/9.

“Kami diberikan izin selama dua hari, surat diajukan sudah sebulan lalu,” kata Aldi.

Selama pameran dirinya mengaku hanya beberapa orang yang memberikan Down Payment atau uang muka sebesar Rp 2 juta.

Sementara, beberapa pengunjung lainnya masih tahap mencari informasi Mega proyek tersebut.

Baca :  Presiden Tetapkan Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri

Aldi yang didampingi rekanya sesama marketing salah satunya Devi menambahkan ada berbagai pertanyaan dari calon konsumen soal masalah izin yang ramai dibincangkan. Hal ini menjadi kendala para marketing di lapangan saat menjual kamar apartemen tersebut.

“Kami sudah minta kepada manajemen soal surat izin seluas 82 hektar yang sudah keluar dari pemerintah, namun data itu tidak diberikan ke kami untuk menjelaskan kepada calon konsumen,” ungkapnya.

Baca juga: http://www.beritamoneter.com/pemerintah-tak-boleh-mendiamkan-mega-skandal-meikarta/

Dia mengaku saat ini proyek tersebut telah berjalan sesuai izin seluas 82 hektar, sementara crane di lokasi proyek sudah berdiri disetiap sisi pembangunan.

“Apartemen sedang dibangun, sama danau buatan ditengah-tengah lokasi yang tak salah lahannya seluas 500 hektar,” ujar dia sembari memasarkan produknya.

Baca :  ShopBack Kurasi Beragam Promo Ulang Tahun E-commerce pada Maret 2019, Ini Daftarnya

Sementara, diberbagai media cetak, tv, radio dan online tersebar iklan Meikarta, secara jor-joran terpampang dan tersebar luas, untuk menjaring  pembeli. Bahkan, iklan itu menawarkan tempat tinggal yang nyaman dengan fasilitas mewah, dengan harganya yang bersahabat.

Padahal izin mendirikan bangunan belum diperoleh pengembang dari Pemerintah, namun sudah terjadi objek jual beli. Bahkan, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengaku terkejut ketika mengetahui Lippo Group sudah memasarkan Kota Meikarta itu.

Menurut Deddy pembangunan hunian vertikal itu melanggar Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Pembangunan dan Pengembangan Metropolitan dan Pusat Pertumbuhan di Jawa Barat. Karena saat dia cek di pemerintah provinsi belum ada permohonan izin tapi sudah dipasarkan.

Baca :  Defisit Neraca Perdagangan Capai US$ 509,4 Juta

“Kami putuskan dihentikan sampai mereka mohon izin untuk rekomendasi,” ujar dia beberapa waktu lalu.

Meikarta sendiri dalam memasarkan proyeknya menjelaskan bahwa mereka menawarkan tempat tinggal yang nyaman dengan fasilitas mewah, dengan harganya yang bersahabat.

Selain apartemen yang nyaman, Meikarta juga memiliki central park dengan danau di tengah tengahnya seluas 100 hektare. Proyek Meikarta berlokasi di Desa Cibatu, Cikarang Selatan.