Kapan Mereview Portofolio Investasi?

Freddy Tedja, Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI)

OLeh: Freddy Tedja

Setelah investor menentukan portofolio dan diversifikasi investasi reksa dana yang paling pas sesuai kebutuhan dan tujuan, penting pula untuk melakukan review secara berkala atas portofolio investasi tersebut. Hal ini menjadi sangat penting terutama ketika terjadi sesuatu di pasar yang berpotensi mengganggu tujuan keuangan yang akan kita capai. Dengan melakukan review, kita dapat menyesuaikan portofolio investasi kita ke ‘jalur’ yang kembali sesuai dengan tujuan awal.

Membangun portofolio untuk masa depan

Saat memutuskan untuk mulai berinvestasi, tentunya kita sudah mengetahui target atau tujuan kita berinvestasi. Bisa untuk biaya pernikahan, sekolah anak, atau persiapan pensiun di masa mendatang. Nah, ketika kita sudah menentukan tujuan keuangan yang akan kita capai, penting untuk melakukan diversifikasi atas portofolio investasi kita. Kenapa begitu?

Tujuannya adalah apabila ternyata satu produk hasilnya tidak sesuai yang direncanakan, diharapkan produk lainnya mampu memberikan hasil yang lebih optimal, atau yang lebih sempurna adalah jika keduanya dapat saling menyeimbangkan dan membuat investasi kita tetap optimal di setiap kondisi pasar yang terjadi.

Baca :  Karyawan, Atur Keuangan di Saat Pandemi

Ketika kita membangun portofolio reksa dana, pilihan reksa dana akan tergantung kepada profil risiko dari investor. Karakter investor yang agresif, cenderung menempatkan portofolionya di reksa dana saham sekitar 70%, sisanya di jenis reksa dana lain seperti pasar uang atau pendapatan tetap. Nah, untuk yang konservatif, sekitar 50% portofolio ditempatkan pada reksa dana pendapatan tetap, sisanya pada reksa dana lain.

Kapan waktu yang tepat untuk melakukan review

Seiring waktu berjalan, bisa saja tujuan investasi kita berubah, atau mungkin tujuannya sama, tapi jangka waktunya yang berubah, misalnya dibutuhkan lebih cepat dibandingkan rencana awal. Inilah yang membuat kita harus melakukan review atas investasi kita.

Belum lagi, ada juga kondisi dimana tujuan dan jangka waktu investasi tidak berubah, tetapi terjadi kondisi luar biasa di pasar finansial yang yang berpotensi mengganggu tujuan keuangan kita. Contohnya saat ini, seperti kita ketahui sepanjang tahun berjalan pasar saham Indonesia yang tercermin dalam Indeks Harga Saham Gabungan (“IHSG”) telah mengalami penurunan sebesar 30,95% (per 26 Maret 2020).

Baca :  BEI Dorong Investor Lokal Dominasi Pasar Modal

Penurunan IHSG secara tidak langsung bisa mempengaruhi target awal atau tujuan investasi kita, dan inilah saat yang tepat untuk harus segera melakukan review atas portofolio investasi kita.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk melakukan review portofolio?

Dalam kondisi normal, jangka waktu ideal untuk melakukan review bisa dilakukan setiap tahun. Namun di kondisi seperti ini, review portofolio bisa dilakukan dalam waktu tiga bulan. Pertama-tama kita harus melihat bagaimana posisi diversifikasi investasi kita saat ini.

Bisa saja saat menyusun dulu, kita memilih 50% saham & 50% obligasi, namun dengan berjalannya waktu dan volatilitas pasar, ternyata saat ini portofolio kita sudah berubah menjadi 30% saham & 70% obligasi, karena terjadi penurunan cukup besar di pasar saham.

Baca :  Posisi Kewajiban Neto Investasi Internasional Indonesia USD 253,8 Miliar

Jika demikian yang terjadi, maka kita harus menambah porsi saham, atau memindahkan sedikit porsi obligasi supaya komposisi portofolio kembali sesuai dengan awal yang kita kehendaki.

Jangan lupa, review portofolio tidak hanya dilakukan ketika kondisi pasar sedang gonjang-ganjing. Saat kondisi pasar sedang bullish pun, bisa saja portofolio investasi kita berubah. Misalnya dalam contoh yang sama, bisa saja porsi sahamnya yang meningkat pesat sehingga tidak lagi seimbang.

Di saat kita #dirumahaja, sempatkan waktu untuk kembali mereview portofolio investasi, dan kembali menyusunnya ke jalur yang sesuai dengan tujuan dan jangka waktu investasi kita.

Penulis adalah Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) di Jakarta