Katrol Fee Based Income dan Dana Murah, BBTN Bakal Akuisisi 25 Ribu EDC

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Pahala Nugraha Mansury

JAKARTA-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) ada Semester II-2020, mengaku akan lebih agresif mengakuisisi berbagai merchant dari sektor properti, makanan hingga perusahaan ritel yang menggunakan mesin electronic data capture (EDC) dalam upaya meningkatkan fee based income dan dana murah (low cost funding).

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury melalui siaran pers yang dikirim melalui surat elektronik, Jakarta, Senin (21/9).

Pahala menyebutkan, aksi akuisisi merchant EDC merupakan salah satu usaha BBTN dalam melakukan percepatan transformasi digital di internal perseroan.

Dia menilai, saat ini persaingan bisnis membutuhkan beragam inovasi, khususnya di masa pandemi Covid-19, sehingga BBTN merasa perlu melakukan percepatan transformasi digital untuk mendukung produk dan layanan yang berdaya saing di industri perbankan.

Baca :  Ekses Likuiditas Capai Rp39 Triliun, BBTN Yakin Kredit di 2021 Bisa Tumbuh 7%

Salah satunya, bank BTN menggencarkan strategi mengakuisisi mesin EDC.

“Sampai dengan akhir tahun, Bank BTN akan melakukan akuisisi sekitar 25.000 EDC yang dapat dimanfaatkan oleh nasabah Bank BTN sebagai bentuk layanan lebih yang dapat kami berikan,” ucap Pahala.

Selain memberikan kemudahan bagi nasabah, Pahala menyebutkan, langkah mengakuisisi EDC juga sejalan dengan upaya BBTN dalam meningkatkan fee based income dan dana murah.

“Kami terus berupaya mengeksplorasi berbagai strategi untuk meningkatkan pendapatan serta dana murah,” tegas Pahala.

Sementara itu, Direktur Operation, IT & Digital Banking Bank BTN, Andi Nirwoto mengatakan bahwa hingga kini BBTN telah merambah berbagai merchant yang berkaitan dengan sektor properti.

Dia menyebutkan, Bank BTN telah menyediakan EDC mulai dari para pengembang, toko alat dan bahan bangunan hingga kantor notaris.

Baca :  Produk dan Pangan Lokal Menjadi Raja di Negeri Sendiri

Andi mengaku, BBTN pun semakin aktif mengakuisisi merchant dari sektor lain, seperti sektor makanan, fasilitas kesehatan, tempat wisata sampai perusahaan ritel.

“Saat ini kami sedang mengimplementasikan akuisisi 22.000 EDC dengan Indomaret (DNET),” kata Andi.

Lebih lanjut Andi mengatakan, upaya memaksimalkan bisnis acquiring tersebut juga sejalan dengan komitmen meningkatkan dana murah.

Tujuannya, untuk mendukung bisnis pembiayaan perumahan dalam rangka menyukseskan Program Satu Juta Rumah.

Selain Indomaret, beberapa merchant yang diakuisisi adalah Steak Hotel By Holicow, TWC Borobudur, TWC Prambanan, Krisna Oleh-Oleh Khas Bali, The Keranjang dan Alfamart (AMRT).

Hingga akhir Agustus 2020, BBTN mencatatkan jumlah transaksi melalui lini electronic banking sebanyak lebih dari 132 juta transaksi atau meningkat 29,05 persen (year-on-year).

Baca :  Paska PSBB, Gojek Perluas Layanan Bantu UMKM GoFood

“Kami akan terus memaksimalkan bisnis acquiring untuk mempermudah nasabah dalam bertransaksi melalui Bank BTN,” ujar Andi.