Kebijakan Pemerintahan yang Baik, Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Thursday 16 May 2013, 5 : 19 pm
by

 

SIARAN PERS

 

 

 

Tantangan dan Peluang Ekonomi Indonesia Menjelang Pemilu 2014 

Kebijakan Pemerintahan yang Baik, Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

 

Jakarta – Di tengah perekonomian global yang masih lesu dan kondisi politik Indonesia jelang Pemilu 2014, perekonomian Indonesia menghadapi beragam tantangan dan peluang. “Ketangguhan perekonomian Indonesia masih terletak pada kekuatan konsumsi domestik. Melemahnya konsumsi barang impor menjadi sebuah peluang bagi Indonesia untuk mengkonsumsi produk dalam negeri yang tentunya akan menggenjot perekonomian daerah,” ungkap Johanna Chua, Managing Director, Head of Asia-Pacific Economic and Market Analysis, Citigroup Global Markets Asia dalam seminar tahunan ke-13 ‘Citi Indonesia Economic & Political Outlook’.

Seminar Citi Indonesia Economic & Political Outlook tahun ini mengangkat tema ‘Pre-election Landscape: Challenges and Opportunities’ dan bertujuan untuk memberikan perspektif yang berbeda dalam menyikapi kondisi politik dan ekonomi dalam mengambil keputusan bisnis bagi nasabah korporat dan perorangan Citi Indonesia. Hadir sebagai pembicara seminar tahun ini adalah M. Chatib Basri, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal; Adi Ariantara, Kepala Biro Perekonomian Provinsi DKI Jakarta; Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah dan Johanna Chua, Managing Director, Head of Asia-Pacific Economic and Market Analysis, Citigroup Global Markets Asia.

Ketangguhan Indonesia dalam menghadapi pertumbuhan global yang melesu beberapa tahun ini merupakan hal yang menarik bagi para investor. Citi Country Officer Indonesia Tigor M. Siahaan menyampaikan dalam sambutannya, “Di tengah pertumbuhan global yang masih tidak menentu, kenaikan harga bahan bakar minyak nasional dan dinamika politik menjelang Pemilu 2014, kita harus cermat dalam memetakan strategi bisnis. Semua tantangan dan peluang yang ada perlu dipahami agar di tahun 2013 kita dapat terus berkontribusi dalam pengembangan bisnis dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.”

Dalam menghadapi beragam tantangan yang ada, Indonesia bisa tetap optimis karena tantangan tersebut menggiring Indonesia menuju berbagai pintu peluang. Komaruddin Hidayat menambahkan dalam upaya pencapaian pertumbuhan ekonomi yang maksimal, selain optimis, rakyat Indonesia harus terpacu untuk bangkit dan bersama-sama membangun tradisi kerja keras dan kerja cerdas.

Stagnasi pertumbuhan produk domestik bruto Indonesia di tahun 2013 ini serta kemungkinan kenaikan harga BBM merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan bijak. M. Chatib Basri mengatakan bahwa pemerintah sudah melakukan persiapan untuk melakukan penyesuaian harga BBM guna menurunkan jumlah subsidi yang kemudian dapat dialokasikan ke sektor lain seperti kesehatan, pembangunan infrastruktur dan pendidikan. Johanna Chua menambahkan bahwa kenaikan harga BBM secara bertahap hanya memberikan dampak jangka pendek yang kurang baik pada perekonomian, namun hal tersebut diperlukan untuk menunjang kestabilan ekonomi Indonesia di masa depan.

Untuk kota Jakarta sendiri, Adi Ariantara memaparkan bahwa pada saat ini pertumbuhan kota Jakarta ada pada tingkat 6,5% dengan pendapatan perkapita sebesar Rp101 juta. Namun, melalui berbagai macam proyek strategis yang mencakup pengembangan sistem transportasi, infrastruktur, dan pusat logistik, pemerintah kota Jakarta menargetkan pertumbuhan tahunan sebesar 7,5% dan pendapatan perkapita sebesar Rp160 juta pada tahun 2017.

Dari segi investasi, M. Chatib Basri menjelaskan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu primadona di dunia investasi karena ketahanannya terhadap pengaruh kondisi ekonomi global yang kurang stabil. “Namun Indonesia tidak boleh terlena oleh berbagai indikator positif terkait pertumbuhan ekonomi nasional karena masih ada beberapa tantangan jangka pendek yang harus ditanggulangi dengan pembentukan kebijakan ekonomi dan politik yang tepat,” tutup Johanna Chua.

 

###

Citi

Citi, perusahaan finansial terkemuka di dunia, memiliki sekitar 200 juta nasabah dan memiliki transaksi bisnis di lebih dari 160 negara dan yurisdiksi. Citi menawarkan beragam produk dan layanan finansial kepada konsumen, korporasi, pemerintahan dan institusi. Produk-produk tersebut, mencakup perbankan ritel dan kredit, perbankan korporasi dan investasi, perdagangan sekuritas, jasa transaksi, serta manajemen keuangan.

Informasi lengkap dapat diperoleh di www.citigroup.com | Twitter: @Citi | YouTube: www.youtube.com/citi | Blog: http://new.citi.com | Facebook: www.facebook.com/citi | LinkedIn: www.linkedin.com/company/citi

 

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi:

Mona Monika

ICG Corporate Affairs

Citi Indonesia

Tel. (021) 30067432

Hp. 0813 8183 5738

Email mona.monika@citi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

UNVR, ASII, BBCA, AALI, BSDE, TLKM, SMGR

Analisa Elliott Wave Sebut IHSG di 2022 Bisa Sentuh Kisaran 6.200-6.000

JAKARTA-Analisa Elliott Wave yang dilansir PT Kanaka Hita Solvera menyingkap

Sido Muncul Bukukan Laba Bersih Rp950,64 Miliar pada 2023

JAKARTA-PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) atau