Kecelakaan Berpikir ala Komisi VI DPR

Thursday 13 Feb 2014, 1 : 23 pm
by

Oleh: Imam Hadi Kurnia

Ketua Bidang DPP IKATAN PEDAGANG PASAR INDONESIA

Aneh rasanya bila melihat anggota Komisi VI DPR RI dan mantan Menteri Perdagangan Gita Wiryawan merasa RUU Perdagangan telah menjamin dan melindungi keberadaan pasar tradisional.

Terdapat lebih dari 12,5 juta pedagang yang sejatinya adalah penggerak ekonomi nasional. Ini belum lah bila di hitung jejaring dari hulu – hilir dan yang menggantung kan hidup nya dari keberadaan pasar tradisional. Jumlahnya bisa lebih dari 60jt orang.

Untuk penggerak ekonomi yang jumlahnya sebesar itu RUU Perdagangan hanya menyebut Pasar Rakyat (Baca: Pasar Tradisional) dalam Pasal 14. Tanpa ada satu kata pun yang menegaskan perlindungan. Di pasal tersebut menahbiskan keberpihakan pemerintah terhadap ritel modern. PENGEMBANGAN, Penataan, dan pembinaan yang SETARA (pasal 14 ayat 1) merupakan pencideraan terhadap 12,5juta pedagang pasar tradisional di Indonesia.

Kami melihat Justru aroma liberalisasi pasar tradisional yang tercium kuat dalam pasal UU tersebut. Asas “equal-treatment” atau kesamaan perlakuan yang di kaitkan kepada pasar tradisional maupun pasar modern dan ritel raksasa mengkonfirmasi asumsi publik bahwa UU ini sangat mengabdi pada mekanisme pasar.

UU Perdagangan secara telanjang memposisikan pasar tradisional dalam pertarungan bebas, frontal dan berhadap hadapan dengan pasar modern dan ritel ritel raksasa yang memiliki sumberdaya kapital yang lebih besar.

Kecelakaan berpikir ala Komisi VI DPR RI dan Kementrian Perdagangan termasuk di dalamnya Gita Wiryawan tentu berakibat fatal pada 60 juta orang yang menggantungkan kehidupan nya pada pasar tradisional.  Namun, di ketuk palu nya UU Perdagangan ini tidak akan menyurutkan langkah DPP IKAPPI (Ikatan Pedagang Pasar Indonesia) untuk menyuarakan perlindungan terhadap pasar tradisional. Sebagai penggerak ekonomi nasional dan aset budaya bangsa, pasar tradisional berhak mendapatkan perlindungan dari gempuran dari pasar modern dan ritel ritel raksasa. DPP IKAPPI juga menyerukan kepada seluruh pedagang pasar tradisional untuk mengibarkan kantong plastik (kresek) hitam sebagai simbol penolakan dan perlawanan terhadap UU Perdagangan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Warga Rembang: Kami Dikompori Gun Retno Agar Tolak Pabrik SI

JAKARTA-Puluhan warga Rembang, Jawa Tengah, melakukan unjuk rasa di depan

Erick Thohir: Berita Pemilu di Luar Negeri Sudah Dihitung Adalah Bohong

JAKARTA-Makin mendekatnya hari pencoblosan Pilpres dan Pileg, 17 April mendatang,