Kemenkop dan UKM Siapkan Aplikasi Bagi UMKM

Friday 29 Nov 2019, 5 : 33 pm
by
Ilustrasi

JAKARTA-Kementerian Koperasi dan UKM tengah menyiapkan market intelegence atau kegiatan menggali informasi yang berhubungan dengan rencana dan strategi pemasaran dan aplikasi buat UMKM sehingga memungkinkan UMKM berhubungan langsung dengan produsen dan konsumen.

“Kita sekarang kalau mau jualan produk UMKM seperti warung rakyat tak bisa mendapatkan barang dan harga yang sama dengan ritel modern. Dengan aplikasi itu, kita bisa mendapatkan playing field atau perlakuan yang sama dengan peritel modern, sehingga UMKM bisa bersaing. Jadi digitalisasi sekarang sudah merupakan keharusan bagi Koperasi dan UMKM untuk bisa menaik kelas kan (scalling up) UMKM,” kata Menkop dan UKM Teten Masduki dalam Indonesia Digital Conference (IDC) 2019 di Jakarta Kamis (28/11).

Baca juga :  Investor Ritel Bangkit, Nilai Transaksi Mirae Asset Capai Rp227 Triliun

Selain itu pihaknya juga sudah melakukan kerjasama dengan beberapa aplikasi besar untuk bisa memasarkan produk-produk UMKM ini.

“Sekarang tinggal bagaimana UMKM nya di hulu, apakah bisa memproduksi barang dengan kualitas global dan continue. Itu membutuhkan pelatihan dan bimbingan juga,” ujarnya.

Dalam hal pembinaan UMKM ini, Menkop dan UKM Teten Maduki menegaskan, UMKM akan dikelompokkan sehingga mencapai skala industri. Dengan demikian masalah pasok produk tidak akan menjadi masalah, karena sudah diproduksi secara efisien melalaui kluster UMKM.

“Yang diperlukan juga adalah model bisnisnya, yaitu bisnis kemitraan dengan usaha besar dimana usaha besar bisa menjadi offtaker (menampung) barang. Saya punya lahan 1.000 hektare di bekasi yang saya rencanakan di buat produksi perikanan, adalah bisnis model kemitraan. Saya bikin nelayan dengan wilayah 1.000 ha di bekasi, saya juga diberi wewenang memanfaatkan kehutanan sosial yang akan kita bidudayakan dengan agrisbisnis,” ujarnya.

Baca juga :  Hipmi Minta RUU Perbankan Pro UMKM

Contoh Koperasi Fonterra

Menkop dan UKM Teten Masduki mengharapkan, koperasi di Indonesia mulai terjun ke sektor produksi, jangan hanya menggantungkan pada Simpan Pinjam saja.

“Contohlah koperasi produsen seperti Fonterra di New Zealand yang demikian besar, juga koperasi gandum di Australia. Mereka begitu besar dan menguasai pasar dengan tenaga-tenaga profesional dan muda,” jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

gatti

Adalah jurnalis senior yang memiliki spesialisasi dalam membuat analisis ekonomi dan politik.

Komentar


HI THERE!

Eu qui dicat praesent iracundia, fierent partiendo referrentur ne est, ius ea falli dolor copiosae. Usu atqui veniam ea, his oportere facilisis suscipiantur ei. Qui in meliore conceptam, nam esse option eu. Oratio voluptatibus ex vel.

Wawancara

BANNER

Berita Populer

Don't Miss

Inas: Prabowo Ngomong Utang, Padahal Perusahaannya Hampir Pailit Gara-gara Utang

JAKARTA-Ketua Fraksi Hanura DPR RI, Inas N Zubir menilai kritikan
Perkuat Modal, MPPA Siap Private Placement Maksimal 752,91 Juta Saham

HEAL Siapkan Dana Maksimal Rp50 Miliar untuk Buyback 10 Juta Saham

JAKARTA-PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) melaporkan, perseroan telah menyiapkan dana