Kemenpar Genjot Potensi Destinasi Labuan Bajo

Pulau Padar, Labuan Bajo

LABUAN BAJO- Kepala Bidang Perancangan Destinasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Abdu Rahman, mengatakan pertumbuhan sector pariwisata dalam 5 tahun ini sangat pesat.

Pada tahun 2018, sector pariwisata ini tumbuh hingga 22% melebihi pertumbuhan pariwisata dunia dan beberapa negara di ASEAN. Tingginya pertumbuhan sector pariwisata ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi maupun penerimaan devisa Negara sehingga meningkatkan pendapatan daerah juga kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan pariwisata berkelanjutan di TN Komodo dari sisi pengunjung sudah melebihi kapasitas. Jangan sampai kita memburu jumlah wisatawan tetapi karena over kapasitas justru akan merusak kawasan ini. Kita harus mencari solusi untuk mengantisipasi-nya,” ujar Abdu Rahman disela-sela FGD Kesiapan dan Strategi Peningkatan 3A Zona Otoritatif dan Koordinatif Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo beberapa waktu lalu.

Baca :  BTN Siap Kucurkan Dana FLPP Pada 2020

Selain dihadiri Kepala Bidang Perancangan Destinasi Kementerian Pariwisata, Focus Group Discussion (FGD) ini juga dihadiri oleh Direktur Utama Badan Otorita Labuan Bajo, Kepala Balai TN Komodo, Plh.Kadispar Manggarai Barat, dan Kasubbit Kawasan Strategis II Kemenpar.

FGD ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi destinasi di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Sementara itu, Direktur Utama Badan Otorita Labuan Bajo-Flores (BOP LBF), Shana Fatina mengatakan akan mencoba mengembangkan destinasi wisata lain untuk mengurangi beban dan menjaga ekosistem dikawasan tujuan wisata TN Komodo , Labuan Bajo, Kabupaten Mabar, Provinsi NTT.

“Selain pengembangan Destinasi di TN Komodo untuk mengurangi beban dan menjaga ekosistem dikawasan tersebut, kita akan mencoba mengembangkan destinasi dikawasan lain,” ujarnya.

Baca :  UMN Raih Predikat Kampus Hijau Berkelanjutan

Shana mengapresiasi Bupati Mabar yang berani mengendorse desa wisata Labuan Bajo karena akan lebih mudah mensinergikan progam kerja dari Kemendes PDTT, Kemenpar, dan Kementerian Lain.

“Program 3A di Labuan Bajo yang akan dikembangkan untuk Atraksi adalah alam dan buatan serta budaya. Untuk Aksesibilitas adalah menjadikan bandara Labuan Bajo menjadi bandara internasional, pembebasan lahan, peti kemas, serta pembangunan jalan strategis nasional lintas utara Flores. Sedangkan untuk Amenitas yaitu pembangunan souvenir shop, pusat daur ulang sampah, dan pembangunan Tourism Information Centre (TIC) menjadi program prioritas,” tegas Shana.

Ditempat yang sama Kepala Balai TNK, Lukita Awang Nisyantara mengatakan, TN Komodo itu bagian dari Koral Triangle dan dikelola secara sistem zonasi. Di TN Komodo ini ada 3 Desa yaitu, Desa Komodo, Desa Papagarang dan Desa Pasir Panjang.

Baca :  Danamon Umumkan Lima Peraih DSEA 2016

“Harapan kami pada 3 Desa ini ada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) untuk mengelola pariwisata di daerah itu. Saat ini di Desa Pasir Panjang (Kampung Rinca) sudah terbentuk BUMDES, sedangkan di Desa Papagarang dan Desa Komodo sedang dalam proses,” ujarnya.