Kenapa Jokowi Perlu Menjadi Bapak UKM/UMKM Indonesia?

Jokowi bukan pengusaha dalam pengertiani tu. Dia berangkat dari usaha produksi sendiri dan itulah marwah usaha UKM/UMKM. Usaha yang menganut prinsip“small is beautiful”,yang jauh dari sikap serakah, berpihak pada kelangsungan alam dan kesejahteraan “wong cilik”.

Tanpa banyak teori, usaha yang dijalankan Jokowi sudah menjalankan agenda kelestarian yang biasa disebut 3-P: forPlanet (untuk Bumi dan Alam),for People (untuk Manusia),for Prosperity(untuk Kesejahteraan).

Jokowi merintis usahanya dari bengkel kerja,dengan keringat,dari nol sampai jadi besar.

Ketrampilan praktis dilapangan itulah yang menempa dirinya memiliki keahlian manajemen yang kelak mengembang menjadi ketrampilan manajemen diberbagai lapangan kebaktian:Politik,Pemerintahan dan ManajemenPublik.

Dari sini tak berlebihan bila kita, bukan memberhalakan (idolizing),tapi menjadikan Jokowi sebagai teladan dan inspirasi,betapa ketekunan dalam suatu kewirausahaan UKM/UMKM bias menjadi model untuk kepemimpinan dan ketrampilan mengelola yang lebih besar.

Akhirnya,untuk pertanyaan yang menjadi judul diatas: “Kenapa Jokowi Perlu Menjadi BapakUKM/UMKM Indonesia?”,kita hanya memiliki satu jawaban yang memastikan dan menjadi kebutuhan.Tindakan ini sudah menjadi kebutuhan bagi dunia UKM/UMKM Indonesia,dalam desakan zaman untuk memiliki seorang pemimpin yang dapat memberi inspirasi bagi masyarakat Indonesia, untuk menularkan suatu semangat untuk menggerakkan rakyat Indonesia menuju kemakmuran. Kemakmuran yang berasas kelestarian.

Penulis adalah Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan Badan Otoritas Pariwisata Labuab Bajoo-Flores