Kepala BKPM, BNP2TKI Dan KASN Dilantik Sore Ini

JAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan melantik Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Istana Negara, Jakarta, Kamis sore (27/11). Namun tidak disebutkan siapa nama kandidat yang menempati pos tersebut.

Belakangan tersiar khabar, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, Franky Sibarani disebut sebagai kandidat kuat Kepala BKPM. Franky saat ini juga aktif sebagai Sekjen Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia.

Sedangkan untuk posisi Kepala BNP2TKI, politisi Golkar, Nusron Wahid bakal mengisi posisi tersebut. Nusron Wahid merupakan politisi Golkar yang dipecat partai yang berada di bawah komando Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie lantaran mendukung Jokowi-JK pada Pilpres 2014 lalu.

Baca :  Tingkatkan Investasi Asing, BKPM dan Bank DBS Indonesia Teken MoU Secara Daring

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana tiba di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta setelah melakukan aktivitas blusukan di beberapa provinsi di Sumatera, yaitu Lampung, Bengkulu, dan Riau.

Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi oleh sejumlah jajaran pejabat Kabinet Kerja seperti Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar serta Menteri Sekretaris Negara Pratikno, tiba di Jakarta, Kamis siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Presiden dan rombongan sebelumnya telah melakukan blusukan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU ke sejumlah titik di daerah Tebing Tinggi Timur, Riau.

Dalam aktivitas tersebut, Presiden Jokowi melihat contoh saluran irigasi dan sekat kanal milik warga yang dinilai berperan penting dalam pengelolaan lahan gambut.

Baca :  Waspadai Investasi Ilegal Dengan Modus Kampung Kurma

Presiden juga mendengarkan keluhan dari warga sekitar yang berpenghidupan sebagai petani sagu bahwa ekosistem mereka terancam oleh aktivitas korporasi yang beroperasi di lahan mereka.

Untuk itu, pemerintah juga bakal melakukan evaluasi terhadap perizinan operasional yang dinilai warga telah berpotensi merusak ekosistem di sekitar lingkungan tempat hidup mereka. “Harus ada evaluasi HTI (Hutan Tanaman Industri) dari perusahaan yang membuat terancam lahan petani,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Terkait dengan pembalakan liar serta kebakaran hutan dan lahan, Siti Nurbaya pada Rabu (26/11) mengatakan bahwa pemerintah ingin menciptakan efek jera kepada para pelaku.

Untuk itu, ujar dia, dibutuhkan antara lain koordinasi yang terintegrasi antarlembaga terkait serta adanya proses supervisi atau pengawasan yang dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan.

Baca :  Presiden Ingin Investor Dilayani Dengan Baik Agar Investasi Berbuah

Selain Riau, Presiden juga mengunjungi Sentra Padi Trimuljo di Lampung, serta kampung nelayan tradisional di pesisir Bengkulu.

Saat mengunjungi para produsen pangan tersebut, Presiden memberi bantuan dan arahan agar produksi pangan dapat terus ditingkatkan guna mencapai swasembada pangan yang telah dicanangkan pemerintahan Jokowi-JK.

Di Bengkulu, Jokowi juga sempat memantau pembagian kartu bagi warga miskin di Kantor Pos Bengkulu, serta menyambangi Pasar Panorama yang bakal direvitalisasi pemerinta