Kerugian KIAS di Kuartal Pertama Turun Jadi Rp6,75 Miliar

ILustrasi

JAKARTA-PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS) pada Kuartal I-2020 mampu menurunkan nilai rugi bersih menjadi Rp6,75 miliar dari Rp23,79 miliar pada Kuartal I-2019.

Penurunan kerugian ini terutama dipengaruhi oleh penurunan beban pokok penjualan, sehingga KIA Ceramics bisa mencatatkan laba kotor Rp6,44 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi KIAS yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Minggu (28/6), jumlah pendapatan KIAS selama tiga bulan pertama di 2019 menurun menjadi Rp135,32 miliar dari Rp209,24 miliar pada periode yang sama di 2019.

Namun, sepanjang Kuartal I-2020 perseroan mampu menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp128,88 miliar dari posisi di Kuartal I-2019 yang mencapai Rp210,84 miliar.

Baca :  Jokowi: Bersihkan Bursa dari Praktek Jual Beli Saham Yang Tidak Benar

Sehingga, pada kuartal pertama tahun ini KIAS mampu mencatatkan laba kotor senilai Rp6,44 miliar, padahal di kuartal pertama 2019 mencatatkan rugi kotor Rp1,6 miliar.

Selain itu, pada kuartal pertama tahun ini jumlah beban penjualan KIAS tercatat Rp335 juta atau menurun dibandingkan beban penjualan di Kuartal I-2019 yang mencapai Rp4,32 miliar.

Sedangkan beban administrasi di Kuartal I-2020 tercatat Rp11,9 miliar atau menurun dibanding periode yang sama di 2019 sebesar Rp17,47 miliar.

Tetapi, selama tiga bulan pertama tahun ini KIAS mengalami peningkatan nilai rugi kurs menjadi Rp2,75 miliar dari Rp423,36 juta di tiga bulan pertama 2019.

Pendapatan lain-lain yang diperoleh KIAS pada kuartal tahun ini sebesar Rp622,25 juta, sehingga rugi usaha perseroan di Kuartal I-2020 tercatat menurun menjadi Rp7,92 miliar dari Rp23,35 miliar pada Kuartal I-2019.

Baca :  Ketegangan Mereda, Aliran Modal Asing Masuk Indonesia Terus Mengalir

Per 31 Maret 2020, jumlah liabilitas KIAS tercatat menurun menjadi Rp216,36 miliar dari posisi per 31 Desember 2019 yang mencapai Rp326,11 miliar. Sedangkan jumlah ekuitas per 31 Maret 2020 tercatat Rp898,82 miliar atau lebih rendah dibandingkan dengan posisi per akhir Desember 2019 sebesar Rp905,57 miliar