Ketidakpastian Masih Tinggi

JAKARTA-S&P kemarin ditutup melemah 0.25% akibat memanasnya konflik di Hong Kong dan mencuatnya spekulasi bunga akan naik lebih cepat dari perkiraan. EIDO ditutup melemah 1.2% dan CDS US 10 tahun Indonesia naik 5.6%. Nikel melanjutkan tren penurunan dimana kemarin melemah 1.8% akibat kenaikan inventori. Di sisi lain, Timah melemah 0.6%. Harga CPO naik 0.5%, diduga masih memfaktorkan rencana penghapusan bea keluar CPO oleh Indonesia. Sementara itu, harga batubara Newcastle 6,000 kkal naik 0.5% dibandingkan minggu lalu.

Analis valas PT Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih mengatakan bursa Asia pagi ini melemah tipis terpengaruh oleh pergerakan S&P. Keputusan DPR terkait mekanisme Pilkada yang dilakukan melalui DPRD menimbulkan spekulasi akan terdapat sejumlah perubahan UU lagi ke depan. “Jakarta Post kemarin menuliskan terdapat potensi sejumlah politisi mengusulkan pemilihan Presiden kembali dilakukan melalui MPR. Di sisi lain, Tempo menuliskan sejumlah Politisi berencana mengubah UU KPK,” jelasnya.

Kemenangan Pilkada melalui DPRD juga menurunkan ekspektasi PAN dan PPP akan bergabung ke koalisi Jokowi. Konsekuensinya kebijakan anggaran oleh pemerintah baru berpotensi mendapat tantangan dari DPR.  “Tingginya ketidakpastian mendorong net sell asing Rp518 miliar kemarin atau Rp1.9 triliun dalam 2 hari. Rupiah dibuka melemah cukup signifikan pagi ini 0.65% ke level Rp12,248/US$,” pungkasnya.