Ketua IMI Harus Punya Network International

Captioin: Piri Sudjarwo, Ahmad Sahroni, Sadikin Aksa, dan Rommy Winata.

JAKARTA-Dukungan terhadap Sadikin Aksa untuk maju sebagai Calon Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) periode 2015-2019 terus mengalir. Setelah sebelumnya mengantongi dukungan dari pengprov serta President Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI) Ahmad Sahroni, kini dukungan terhadap Sadikin juga datang dari pembalap Piri Sudjarwo.
Menurut Piri, organisasi IMI saat ini membutuhkan figur yang profesional dan berpengalaman di bidang otomotif. Ini sangat penting mengingat tantangan kedepan sangat besar. Untuk itu, IMI harus dipimpin oleh seorang figur yang memiliki rekam jejak di otomotif. “Teman-teman dari club super car lainnya sangat mendukung  Sadikin. Dia ( Sadikin-red ) memiliki hati dan keperdulian tinggi terhadap IMI,” ujar Piri yang juga Juara 1 Lamborghini Supertrofeo Indonesia 2015 ini di Jakarta, Kamis (17/12).

Baca :  Inilah Tantangan Indonesia Sebagai Bangsa Besar Versi Gus Ipul

Seperti diketahui, IMI akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke VIII dilaksanakan pada 18-19 Desember 2015 di Jakarta.

Dia mengaku, mengelola organisasi IMI tidak mudah. Apalagi, tantangan kedepan sangat kompetitif.Karena itu, organisasi ini bisa maju jika berada dibawah kepemimpinan atau dimanage oleh tokoh yang memiliki rekam jejak di otomotif. “Sekarang ini, yang  dibutuhkan seorang figur yang benar-benar memahami otomotif. Kalau tidak memahami seluk beluk otomotif, bisa repot,” tutur Wasekjen PP IMI ini.

Piri mengaku, IMI membutuhkan  sosok pribadi yang “humble” serta berintegritas  tinggi. Tak hanya itu, pimpinan IMI juga harus menjunjung tinggi sportifitas. “Dan tentu harus dekat dengan Pengprov, tidak suka birokrasi, tokoh muda dan berpengalaman,” tuturnya.

Baca :  Pemkot Tangerang Wacanakan Insentif Bagi Tenaga Kebersihan

Selain memiliki rekam jejak di dunia otomotif, Ketua IMI jelas Piri harus mempunyai Network Intenational, baik dikalangan dunia mobil dan motor. Relasi yang  sangat  luas dan baik menjadi salah satu indikator penting memimpin IMI. “Federation Internationale de L’ Automobile (FIA) dan Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) yang merupakan mitra IMI. Pada waktu acara FIA General Asssembly saya pernah mendampingi Ikin. Persahabatannya dengan Jean Todt ( President FIA ) sangatlah akrab sekali,” imbuhnya.

Saat ini, Ikin menjabat sebagai Vice President FIM Asia. “Kelebihan-kelebihan ini dapat memberi nilai tambah dalam rangka rencana Indonesia untuk menggelar Motogp dan F1,” pungkasnya.