Klinik Riset Kanker PT. Edwar Technology Resmi Ditutup

Klinik Riset Kanker PT. Edwar Technology milik Warsito P. Taruno

TANGERANG-Klinik Riset Kanker PT. Edwar Technology milik Warsito P. Taruno, resmi menghentikan operasional dan pelayanan risetnya terhitung, Rabu 27 Januari 2016.

Dalam keterangan tertulis yang diterima beritamoneter.com, PT Edwar Technology telah menutup fasilitas C-Care Riset Kanker untuk pasien baru sejak 2 Desember 2015. “Untuk pasien lama kita akan melayani sampai tanggal 27 Januari ini. Selanjutnya kami menganjurkan klien C-Care riset kanker untuk melanjutkan proses terapi ke fasilitas pelayanan kesehatan yang ditunjuk Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi,” papar Warsito, Rabu (27/1).

Meski diakuinya, sudah dua bulan sampai saat ini, status riset dan pelayanan riset yang dikembangkan oleh PT. Edwar Technology masih dalam proses review oleh Kemenkes dan Kemenristekdikti. “Iya memang hasil review dari Kemenkes dan Kemenristekdikti belum diputusakan, tapikan tidak bisa kami menunggu terus,” beber Warsito.

Baca :  Buntut Penolakan Panglima TNI Ke AS, Fahri : Kemenlu Harus Investigasi

Menurutnya, klinik riset kanker yang dikembangkan PT. Edwar Technology sudah tidak memberi celah untuk kembali membuka layanan yang dikembangkannya itu. “Kita harus memberi kepastian kepada karyawan, peneliti dan klien. Juga kita harus mengambil keputusan bisnis, lagi pula batas waktu review sudah lewat,” terangnya penuh cemas.

Menurut Warsito, keputusan yang diambil pihaknya tersebut, tidak akan berbeda jauh dengan hasil diskusi selama 2 bulan ini. “Klinik riset sudah pasti akan dihentikan, dan sudah berhenti sejak 2 bulan yang lalu,” paparnya

Dia pun, enggan berangan-angan klinik risetnya bisa mendapat dukungan penuh pemerintah, seperti halnya penutupan aplikasi Gojek oleh Kemenhub yang akhirnya dibatalkan oleh Presiden atau  TV ciptaan Kusrin.  “Di Indonesia tak ada aturan klinik riset atau rumah sakit riset. Kecuali ada UU atau minimal perpres untuk itu, baru akan mungkin,” cetusnya.

Baca :  Konsultan Komunikasi: Indonesia ‘Ibu Kota’ Media Sosial Dunia

Akibat keputusan pihaknya itu, PT. Edwar Technology melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 100 orang karyawan dan peneliti sejak Januari 2016. “Untuk menjamin kepentingan klien lama, Kami memastikan bahwa fasilitas riset Kami masih bisa dikunjungi untuk pelayanan pengecekan dan servis ECCT,” pungkasnya.