KOICA Bantu Rp35 Miliar Bangun Pesisir Jawa

ILustrasi

JAKARTA-Pemerintah Korea Selatan melalui Korea International Cooperation Agency (KOICA) Indonesia peduli terhadap pembangunan sistem database terkait proyek pengelolaan pesisir utara pulau Jawa.  Karena itu KOICA membantu sekitar 3,5 juta dolar AS atau sekitar Rp35 miliar.  

“Dalam membangun sistem ini, KOICA bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta Badan Informasi Geospasial (BIG),” demikian siaran pers penandatangan perjanjian di Kedutaan Besar Korea Jakarta, Jumat (10/5), disaksikan Duta Besar Republik Korea, Kim Young-sun dan Kepala Badan Informasi Geospasial, Asep Karsidi.

Proyek tersebut merupakan kelanjutan dari proyek “Coastal Protection and Management Policy Addressing Climate Change Impact” (Perlindungan Pantai dan Kebijakan Pengelolaan Atasi Dampak Perubahan Iklim) yang telah dilaksanakan oleh Bappenas pada 2010.

Baca :  Menperin: Investasi Korsel Perkuat Struktur Manufaktur Indonesia

Melalui proyek itu, KOICA atas nama pemerintah Korea akan memberikan bantuan hibah sekitar 3,5 miliar dolar AS untuk menghasilkan peta topografi dari daerah pesisir utara Jawa, mengembangkan pengelolaan wilayah pesisir dan sistem pendukung keputusan serta memberikan peralatan dan bahan yang diperlukan untuk pelaksanaan proyek tersebut.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, KOICA, Bappenas dan BIG harus bekerjasama membangun infrastuktur dasar spasial untuk analisis ilmiah guna mendukung pengambilan keputusan kebijakan perlindungan pesisir dan mengembangkan daerah pesisir.

Hal tersebut perlu dilakukan juga dalam rangka meminimalkan kerusakan dari bencana alam serta untuk mengatasi dampak perubahan iklim di Indonesia. Proyek ini akan dilaksanakan selama 18 bulan mulai 2013. **can

Baca :  Presiden Minta Sengketa Tanah Diselesaikan Agar Tak Hambat Investasi di Labuan Bajo