Komisi V DPR Tinjau Pemulihan Infrastruktur Pasca Gempa Bumi di Lombok

LOMBOK-Pasca gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam beberap waktu terakhir, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan aksi cepat tanggap dalam mengupayakan pemulihan infrastruktur untuk mengembalikan kehidupan sosial dan ekonomi di wilayah tersebut.

Kementerian PUPR bersama Anggota Komisi V melakukan tinjauan spesifik dalam rangka percepatan “recovery” di NTB khususnya Lombok.

Satgas bencana yang dipimpin oleh Staf Ahli Menteri Bidang Keterpaduan Pembangunan Kementerian PUPR, Achmad Gani Ghazali mengatakan penanganan yang dilakukan di Lombok saat ini sudah begitu responsif sebab hal itu untuk mempercepat penanganan tanpa harus didahului pendataan.

“Yang dimana butuh bantuan, maka itu yang akan segera ditangani,” kata Gani saat sebelum melakukan peninjauan di Bandara Lombok Internasional, Mataram NTB.

Dalam kunjungan spesifiknya Kementerian PUPR bersama Komisi V meninjau 4 aspek yang telah sebelumnya dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Gani menjelaskan empat aspek tersebut yakni pertama sebaran sarana dan prasarana air bersih dan sanitasi.

Kementerian PUPR mendistribusikan 128 unit hidran umum berkapaasitas 2000 liter 52 Unit mobil tangki Air 57 unit WC portable dan 6 unit Tenda hunia darurat di kecamatan Tanjung, Pemenang, Bayan, Kayangan dan Gangga di Lombk Utara. Kemudian di Lombok Barat telah di distribusikan 4 unit hidran umum berkapasistas 2000 liter 9 unit WC portable, 9 unit Tenda hunia darueat. “Untuk di Lombok Timur pendistribusian 2 unit Hidran umum dan 2 unit Wc Portable,” kata Gani.

Kedua, Pemanfaatan sumur PAT di beberapa kecamatan seperti Pemenang, Tanjung, Kayangan, Bayan dan Gangga sangat diperhatikan guna pemenuhan sumber air bersih.


Ketiga, Perbaikan Jalan dan Jembatan. Terdapat 32 ruas jalan yang rusak dan sudah diperbaiki namun jalan tersebut masih dalam kondisi fungsional. Terkait Jembatan, Gempa telah mengakibatkan 12 jembatan rusak dimana 10 diantara nya telah selesai dilakukan perbaikan kemudian 2 diantaranya yakni jembatan tampes dan jembatan baburung II masih dalam tahap perbaikan dengan pemsangan bronjomg dan pemsangan stopper untuk kedua jembatan tersebut.

Terakhir, PUPR melakukan pembangunan hunian rumah bagi masyarakat melalui penggunaan teknologi Rumah Instan Sederhana dan Sehat (RISHA). “Teknologi ini sangat efektif hanya dengan 6 jam, dan jika material siap, rumah akan siap berdiri. Saat ini 20 unit rumah RISHA sudah dalam proses dan ditargetkan selesai pada akhir Agustus sebagai contoh,”Ujar Ghani.

Selanjutnya Kementerian PUPR terus melakukan pelatihan pembangunan RISHA kepada masyarakat. PUPR juga menyediakan lokasi workshop untuk produksi massal dan teknologi litbang lainnya.