Konferensi Internasional: UMB Meneropong dan Menerobos Masa Depan

Ilustrasi

JAKARTA-Melalui konferensi internasional dengan fokus ilmu sosial dan ilmu rekayasa, Universitas Mercu Buana meneropong dan menerobos masa depan.

Sekalipun masa depan perkuliahan dalam tatap muka masih menjadi tanda tanya terkait dengan pandemi Covid 19, dunia pendidikan tidak boleh berhenti dan bahkan mahasiswa harus dipacu untuk melihat masa depan dengan lebih jelas.

Berbagai kendala, yang dihadapi oleh dunia pendidikan karena pandemi, seharusnya menjadikan dunia pendidikan dan anak didiknya semakin kreatif dan menemukan berbagai terobosan.

Demikian kesimpulan wawancara kepada empat tokoh penyelenggara di balik konferensi internasional, Minggu (13/09/2020).

Konferensi yang dinamai MERCU BUANA INTERNATIONAL CONFERENCES ON SOCIAL SCIENCES (MICOSS) & ON BROADBAND COMMUNICATIONS, WIRELESS SENSORS AND POWERING (BCWSP) 28 -29 September 2020, akan diselenggarakan secara virtual.

Hingga kini telah terdaftar pemakalah (presenter) di MICOSS sebanyak 101 orang, BCWSP sebanyak 94 makalah dengan 40 makalah yang diterima untuk dipresentasikan dan jumlah partisipan yang terdaftar sebanyak 250 orang,

Keempat tokoh itu adalah Direktur Pasca Sarjana UMB Direktur Pascasarjana Prof. Dr. -Ing. Mudrik Alaydrus (Penanggung Jawab), Dr. Suraya, M. Si., (Ketua Panitia MICOSS), Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng (Ketua Panitia BCWSP) dan DR Achmad Mulyana M.Si (Ketua Acara).

Baca :  Hasil Konferensi International UMB Akan Dilaporkan ke Presiden

Menurut Suraya, acara ini merupakan wadah pertemuan para ilmuwan, akademisi, peneliti dan praktisi di bidang Ilmu sosial.

Setelah munculnya pandemi, acara ini menjadi pertemuan yang sangat penting untuk bertukar dan berbagi pengalaman dan hasil penelitian mereka dari berbagai penjuru dunia.

“Dalam konteks saat ini, tema konferensi yang tidak berubah sangat memberikan arahan dunia masa depan. Entrepreneurship, Sustainability, Business and Comunication Era Society 5.0 tetap sebagai tema dan sangat futuristik jika dikaitkan dengan pandemi. Di Indonesia kita bisa melihat berapa banyak bisnis berbasis online muncul setelah pandemi menyerang. Dengan konfrerensi internasional ini, UMB berharap dapat memberi masukan kepada pemerintah terkati dengan pemanfaatan teknologi digital yang sekarang sudah mengubah pola hidup termasuk kerja dan komunikasi manusia,” ujar Suraya.

Oleh Ahmad Mulyana ditambahkan, selain mengundang pemakalah dari luar untuk berbagi ilmu, acara ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa Magister Ilmu komunikasi melalui penelitian sehingga memberikan kontribusi dalam pengembangan kompetensi di bidang komunikasi.

Mahasiswa harus disadarkan ada perubahan mendasar yang terjadi dalam dunia komunikasi sejak pandemi covid 19 menyerang dunia.

Baca :  Mahasiswa Harus Berkarakter dan Cerdas

Para mahasiswa didorong untuk melihat kesempatan (opportunity) dalam perubahan yang fundamental ini.

Dalam konteks ini, mahasiswa magister ilmu komunikasi UMB harus menjawab tantangan dan diharapkan hasil penelitian yang dilakukan akan memiliki daya saing secara ilmu dengan perguruan tinggi lain.

“Para mahasiswa harus menyadari dan sekaligus menyikapi dengan pikiran yang positip bahwa pandemi sebenarnya menjadi pengalaman bagaimana melakukan strategi adaptasi terhadap perubahan radilkal seperti ini. Sehingga diharapkan muncul gagasan-gagasan yang bersifat kekinian,’ ujar Ahmad Mulyana yang juga menjabat sebagai Kaprodi Magister Komunikasi UMB ini.

Masih menurut Mulyana, MICOSS dan BCWSP akan mengusung isu strategis bahwa di era teknologi ini Indonesia dituntut untuk bersinergi dalam segala aspek baik sisi eksak maupun sosial untuk kehidupan yang lebih baik.

Pemanfaatan teknologi digital saat ini sudah mengubah Pola Hidup, Pola Kerja dan Pola Komunikasi manusia.

Sementara Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng sebagai Ketua Panitia BCWSP 2020 menandaskan konferensi internasional di bidangnya bertujuan untuk membawa ilmuwan, akademisi, peneliti dan praktisi untuk bertukar dan berbagi pengalaman dan hasil penelitian mereka pada semua aspek, khususnya di bidang Broadband Communications, Wireless Sensors, dan Powering.

Baca :  Mahasiswa Harus Berkarakter dan Cerdas

“Acara BCWSP ini penting terkait dengan pandemi mengingat banyak anggota keluarga IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers yang terpapar. Kami ingin menyatakan keprihatinan dan dukungan kami untuk semua anggota komunitas IEEE, tim profesional kami, keluarga kami dan semua orang lain yang terkena dampak wabah ini. Kesehatan dan keselamatan masyarakat IEEE adalah prioritas pertama kami dan IEEE mendukung upaya ini, “ jelas Andi Adriansyah.

Andi juga berharap bahwa acara pada 28-29 September 2020 secara virtual ini akan merupakan wadah bagi ilmuwan interdisipliner dan mendiskusikan inovasi terbaru, tren, dan kekhawatiran serta tantangan praktis yang dihadapi dan solusi yang diadopsi di bidang BCWSP.

Menurut penuturan Direktur Pasca Sarjana UMB Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Ing. Mudrik Alaydrus yang menjadi Penanggung Jawab acara ini, MICOSS dan BCWSP ini pada tahun 2019 diputuskan diselenggarakan adakan di Yogya oleh UMB Yogyakarta dengan berbagai pertimbangan.

Namun setelah pandemi menyerang Indonesia, panitia berpikir ulang dan memutuskan untuk mengadakannya secara virtual dan UMB Jakarta menjadi penyelenggaranya.

“Berharap banyak peserta dari Indonesia dan manca negara yang akan hadir dalam acara ini,” tegas Mudrik Alaydrus.