Konsultan Komunikasi: Indonesia ‘Ibu Kota’ Media Sosial Dunia

Konsultan Komunikasi AM Putut Prabantoro bersma , Pemred INFO PUBLIK, Ahmed Kurnia

BALI-Revolusi telepon pintar (smartphone) yang menawarkan berbagai aplikasi saluran komunikasi ternyata menjadikan komunikasi tidak mudah. Komunikasi menjadi sangat complicated karena  masing-masing pengguna memanfaatkan saluran yang berbeda. Selain itu, pada akhirnya seluruh saluran komunikasi digunakan secara bersama-sama untuk memastikan informasi yang diberikan diterima oleh penerima berita. Untuk itu, pemerintah harus lebih jeli memilih saluran komunikasi agar informasi yang disebarkan dapat diterima oleh publik.

Demikian ditegaskan oleh Konsultan Komunikasi AM Putut Prabantoro kepada para  peserta workshop “Bimbingan Teknis Pemanfaatan Media  Sosial Bagi Petugas Pengelola Media Center Daerah (Bimtek)” dari seluruh Indonesia yang diadakan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) di Kuta, Bali, Rabu (07/10).

Pada saat ini jelas Putut, saluran komunikasi yang digunakan ada berbagai macam termasuk twitter, WhatsApp, email, Line, BB Messenger, instagram dan path. Masing-masing saluran komunikasi memiliki kekuatan atau kekhasan jangkauan jaringan sosial serta aplikasi yang berbeda.  Karena masing-masing memiliki kekuatan yang berbeda, semua orang mencoba untuk menggunakan seluruh komunikasi. “Dulu untuk komunikasi digunakan group email, kemudian facebook, lalu menggunakan BB Messenger, twitter, Whatsapp, Line dll. Bahkan ada orang atau kelompok yang berkomunikasi tidak puas hanya menggunakan satu saluran. Sudah menggunakan WA kemudian masih membuat Line Group. Sehingga ada informasi yang tertinggal dan tidak terima karena si calon penerima informasi menggunakan saluran yang berbeda dari si pengirim berita,” ujar Putut Prabantoro, yang juga Konsultan Komunikasi Publik BAKAMLA itu.

Baca :  KPU: Penyebar Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, Orang Jahat

Oleh karena itu disarankan, agar komunikasi dari pemerintah kepada publik efektif, para peserta yang merupakan pengelola media center pemerintah harus mengerti benar saluran komunikasi yang digunakan oleh target pembaca atau penerima dan saluran komunikasi yang tidak efektif hendaknya tidak digunakan. Para target penerima informasi juga perlu mengerti saluran komunikasi pasti yang digunakan oleh pemerintah.

Sementara itu  Pemred portal berita INFO PUBLIK, Ahmed Kurnia, menjelaskan, pengguna internet di tahun 2013 ada 71,19 juta orang atau tumbuh sekitar 13 persen dari tahun 2012 yang mencapai 2012.  Proyeksi warga Indonesia yang terkoneksi internet pada 2014 ada 107 juta dan pada tahun 2015 ini diperkirakan mencapai 139 pengguna.

Baca :  Berpolitik Melemahkan KPK, Presiden Harus Disiplinkan Jaksa Agung

Terkait dengan penyebaran informasi berdasarkan media, disebutkan untuk telepon selular mencapai 112%, TV 95%, Radio 47%, internet 29%, surat kabar  25%, smartphone 14% dan majalah 13%. Sekalipun penetrasi smartphone (14%) di Indonesia masih terbilang rendah, tetapi tingkat keaktifan dan keterikatan pengguna terhadap perangkat mobile terbilang tinggi. Dikatakannya, tiap satu pengguna handphone rata-rata memiliki tiga SIM Card. Lebih jauh lagi dijelaskan, meskipun infrastruktur untuk e-commerce dan m-commerce masih terbilang belum memadai, tapi lebih dari 90% pengguna smartphone sudah mencari informasi produk melalui smartphone mereka, dan 57% dari pengguna pernah melakukan transaksi melalui smartphone mereka.

Dari semua kegiatan berbasis online, 64% pengguna mengakses media sosial, 49% mencari informasi, 47% menggunakan email, 47% download / menonton, 47% chatting dan 47% belajar.  Data juga menjunjukan 69 juta orang Indonesia menggunakan facebook dan 20 juta menggunakan twitter. Sebanyak 92,9% pengguna internet mengakses facebook dan 75% pengguna facebook mengakses menggunakan perangkat mobile. Sementara perbandingan pengguna facebook mencapai 48% dan twitter sebesar 47,21%.

Baca :  Demi Kemajuan Demokrasi, Presidential Threshol Harusnya Mengecil

Dijelaskan lebih lanjut, Indonesia dapat dikatakan sebagai Ibu Kota Media Sosial dunia karena mengirimkan satu miliar tweet setiap bulannya. Dari seluruh data yang ada, 62% menyukai berita bisnis dan info umum, 37% sumber berita pemerintah, 37% komentar , 28% travel news dan info umum dan 8% sumberdaya manusia. “Untuk itu,  para peserta harus mengerti perkembangan budaya penggunaan media sosial sebagai cara mendukung penyebaran informasi pemerintah. Ketepatan memilih saluran komunikasi akan mengurai miskomunikasi yang sering terjadi di antara penerima informasi,” pungkasnya.