Konsumen Cerdas Dorong Produk Bermutu

JAKARTA-Jumlah konsumen di Indonesia diperkirakan mencapai 250 juta orang. Kemampuan untuk menentukan arah produk yang akan dibeli jauh lebih penting dibandingkan besarnya jumlah konsumen.

Bahkan Wakil Presiden (Wapres) Boediono mengibaratkan jika saat pemilihan umum lalu, satu coblosan satu suara, maka di pasar konsumsi, bukanlah satu orang konsumen satu suara, tetapi satu rupiah satu suara. “Sehingga setiap rupiah pengeluaran konsumen sangat besar artinya. Kita harus benar-benar memanfaatkannya untuk menentukan arah produk,” ucap Wapres disela-sela acara Hari Konsumen Nasional 2014 seperti yang dikutip dari laman www.wapresri.go.id di Jakarta, Rabu (23/4).

Wapres menggarisbawahi bahwa dua pertiga dari penghasilan nasional dalam bentuk pengeluaran konsumen. Untuk itu konsumen dituntut untuk bersikap cerdas agar tidak salah memilih produk yang akan dikonsumsi, dan yang tidak kalah pentingnya adalah interkoneksi antara produsen yang memasok produk kepada konsumen . Ia mengingatkan kepada produsen untuk tidak mengecewakan konsumen, karena setiap rupiah dari konsumen sangatlah berarti. “Jangan sampai menipu konsumen kita sendiri,” kata Wapres.

Di awal sambutannya, Wapres sangat mendukung upaya dari banyak pihak yang melakukan gerakan perlindungan bagi konsumen, baik dari pemerintah melalui Kementerian Perdagangan maupun inisiatif yang datang dari masyarakat sendiri. “Upaya ini untuk memajukan kepentingan konsumen Indonesia dan bermuara pada perbaikan kesejahteraan konsumen kita. Itu akan mendukung peningkatan ekonomi kita di dalam negeri,” pesan Wapres.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan M Lutfi melaporkan bahwa pemerintah memberikan perlindungan kepada konsumen melalui empat pilar kebijakan, yaitu meningkatkan produk barang/jasa yang berkualitas dan bermanfaat melalui regulasi pro konsumen dan menciptakan kepastian hukum bagi konsumen dan pelaku usaha; mengintensifkan pengawasan barang beredar dan jasa; meningkatkan edukasi kepada konsumen melalui gerakan penyadaran hak-hak konsumen agar menjadi konsumen yang cerdas dan mandiri dan pelaku usaha yang bertanggung jawab; serta memperkuat kelembagaan perlindungan konsumen.

Baca :  Menhub: Taksi Komersial Bisa Pakai Sistem Online