Konversi BBM ke BBG Terus Berlanjut, SPBG dan Jargas Karawang Diresmikan

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial, didampingi Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto, First Secretary Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Nakayama Fumihiro serta Asisten Daerah II Pemerintah Kabupaten Karawang Achmad Hidayat, Selasa (17/12),

KARAWANG-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terus mendorong program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) sebagai energi yang murah, bersih dan ramah lingkungan, antara lain melalui pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas).

Bertempat di SPBG Karawang International Industrial City/KIIC, Jl Permata Raya, Puseurjaya, Kecamatan Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial, didampingi Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto, First Secretary Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Nakayama Fumihiro serta Asisten Daerah II Pemerintah Kabupaten Karawang Achmad Hidayat, Selasa (17/12), meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga di Kabupaten Karawang, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan pita serta pengisian BBG ke kendaraan roda empat.

Baca :  Sektor ESDM Diharapkan Jadi Sentral Agen Pembangunan di Masa Pandemi

Ego Syahrial yang dalam kesempatan tersebut mewakili Menteri ESDM mengatakan, Program Konversi BBM ke BBG ini merupakan salah satu wujud nyata Pemerintah dalam melaksanakan diversifikasi energi melalui pengembangan energi bersih.

“Produksi gas bumi nasional cukup besar sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal untuk penggunaan dalam negeri dan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia”ujar Ego Syahrial sesaat sebelum meresmikan.

Ego mengungkapkan, dalam rangka peningkatan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri, Kementerian ESDM bekerja sama dengan Pemerintah Jepang mendorong pemanfaatan gas bumi untuk kendaraan bermotor melalui pembangunan SPBG.

Ego berharap berdirinya SPBG KIIC Karawang ini dapat mendorong masyarakat menggunakan kendaraan berbahan bakar CNG yang ramah lingkungan serta dapat melayani kebutuhan bahan bakar CNG untuk kendaraan khususnya di wilayah Kabupaten Karawang.

Baca :  Kebijakan Tak Jelas, Petani Tebu Segera Gulung Tikar

Pembangunan SPBG Karawang ini merupakan kerja sama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dengan NEDO Jepang melalui MoU tentang “Demonstration Project for the Spread of Compressed Natural Gas Vehichels and Refueling Infrastructure including Support of Development of Sustainable Environment” yang ditandatangani pada tanggal 11 Desember 2017 dengan jangka waktu kerja sama hingga tahun 2021.

Pelaksana kerja sama hibah di pihak Ditjen Migas diwakili oleh PT Pertamina (Persero) dan NEDO diwakili Entrusted Parties (Toyota Motor Corporation, Toyota Tsusho Corporation, Hino Motors Ltd.,Toho Gas Engineering Co., Ltd. dan Japan Automobile Research Institute).

“Melalui proyek tersebut, rencananya akan dibangun 3 SPBG yaitu SPPG KIIC Karawang, SPBG di Jalan Abdul Muis Jakarta dan SPBG di Jalan Sudirman Kota Tangerang. Selain itu, peminjaman kendaraan CNG untuk user monitoring sebanyak 10 unit mobil sedan kepada Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero) serta 18 unit truk untuk supply di Kawasan Industri Karawang,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto.

Baca :  Kontrak Pembangunan Jargas Senilai Rp309,1 Miliar Diteken