KPPU Temukan 5 Pemain Besar Kartel Beras dan Daging

JAKARTA-Presiden Joko Widodo mendukung langkah Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang merekomendasikan pencabutan izin usaha bagi perusahaan yang melakukan praktek kartel serta melakukan pengurangan pasokan komoditi penting ke pasar, sehingga mengakibatkan tingginya harga.“Respon beliau sangat mendukung upaya-upaya KPPU untuk melakukan penegakan hukum di bidang pangan,” kata Ketua KPPU Syarkawi Rauf kepada wartawan usai diterima Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (13/11).

Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi itu, KPPU melaporkan hasil pantauannya di 11 provinsi sentra produksi beras nasional, baik yang ada di Sumatera, Jawa, sampai Papua. Hasilnya di setiap provinsi KPPU menemukan adanya 5 (lima) pemain besar. Dampak dari persekongkolan itu beras menjadi langka di pasaran, dan harganya melonjak tinggi. “Pemain-pemain besar inilah yang menentukan harga,” kata Syarkawi.

Baca :  Keberadaan DAU Justru Memperlebar Kesenjangan

Ia menegaskan, KPPU akan melakukan tindakan langsung jika ada tindakan yang mengarahke anti persaingan. Tindakan tegas ini sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Bahkan sesuai arahan Presiden, lanjut Syarkawi, KPPU akan menjatuhkan sanksi administrasi serta merekomendasikan pencabutan izin usaha perusahaan yang bersangkutan.

Khusus untuk komodisi daging, Syarkawi mengaku sudah menyidangkan 32 perusahaan yang diduga melakukan kartel daging sapi. Perusahaan tersebut berasal dari dalam negeri tetapi menjalin hubungan dengan perusahaan asing.

Perusahaan tersebut, jelas Syarkawi, bersekongkol untuk menahan pasokan daging sapi hingga sampai ke rumah potong hewan. “Dua bulan ke depan akan ada keputusan resmi dari KPPU mengenai dugaan kartel daging sapi,” kata Syarkawi.

Baca :  Pertamina Luncurkan Bright Gas dengan Harga Promo Rp 66 ribu per Tabung