Kualitas Penyerapan APBN Belum Berubah

Thursday 18 Apr 2013, 7 : 37 pm
mediaindonesia.com

 JAKARTA-Pemerintah dinilai tidak mampu menyerap dana APBN secara baik. Hal lantaran, pada 2010 tercatat penyerapan belanja modal hanya mencapai 84,49 % atau sekitar Rp 80,29 triliun dari alokasi sebesar Rp 95,02 triliun. Sementara dalam APBN perubahan 2011 pemerintah meningkatkan alokasi belanja modal menjadi Rp 140,95 triliun. “Selain kualitas penyerapannya yang kurang baik karena seringkali menumpuk di akhir tahun,” kata  Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kebijakan Moneter, Fiskal dan Publik, Haryadi Sukamdani di Jakarta,Kamis,(18/4).

Disisi lain, kata Haryadi lagi, permasalahan dalam kebijakan moneter antara lain, tingginya biaya pengendalian laju inflasi tahun lalu yang mencapai 4,3 %. Hal ini karena dari sisi bank sentral diuntungkan oleh pelemahan kurs rupiah yang tajam terhadap dolar AS sehingga membantu potensi sumbangan inflasi dari sisi impor.

Menurut Haryadi, saat ini ada upaya Bank Indonesia (BI) mendorong penguatan kurs rupiah melalui intervensi, maka permintaan barang impor akan semakin membesar, sementara ekspor tertekan. “Tapi bank sentral terkesan masih membiarkan kurs rupiah melemah untuk menahan laju impor,” ujarnya

Sementara itu, Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Fiskal dan Moneter Bobby Hamzar mengakun optimis kerja keras melalui penguatan ekonomi domestik, perekonomian Indonesia 2014 diperkirakan bisa tumbuh mencapai sasaran tujuh persen.    

Dia mengatakan untuk mewujudkan hal tersebut terdapat sejumlah tantangan dan peluang, baik di sektor internal maupun eksternal yang patut dihadapi. Di sektor internal, Indonesia memiliki tantangan iklim investasi dan usaha yang masih perlu perbaikan, isu ketenagakerjaan, keterbatasan infrastruktur, kesehatan fiskal dan penyerapan anggaran, pengelolaan dalam negeri, serta stabilitas sosial politik terkait pemilu.

 Peluangnya antara lain potensi pasar domestik yang besar, pemanfaatan jumlah kelas menengah yang besar dan terus meningkat, serta adanya tahun pemilu yang mendorong kegiatan perekonomian domestik. Di sektor eksternal, sejumlah tantangan antara lain perkiraan lambatnya pemulihan ekonomi dunia tahun 2013, lambatnya pemulihan harga komoditas, serta peningkatan hambatan nontarif. Peluangnya yakni krisis utang Eropa mereda, resesi ekonomi Amerika Serikat akibat jurang fiskal dapat dihindari, serta perekonomian China yang mulai menguat. **can

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

RUU Omnibus Law Jadi Solusi Transformasi Struktur Ekonomi

JAKARTA-Pemerintah secara resmi menyerahkan naskah akademik RUU Omnibus law cipta

Hari Ke-2 TEI 2015, Kontrak Dagang Capai USD 40,5 Juta

JAKARTA-Para buyer mancanegara semakin gencar mengincar produk Indonesia. Memasuki hari