Laba Bersih PermataBank Naik 3%

Thursday 24 Apr 2014, 5 : 17 pm
by

JAKARTA-PT  Bank  Permata  Tbk  mengumumkan peningkatan  kinerja operasional di tengah kondisi makro ekonomi yang penuh tantangan dalam periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2014 (tidak diaudit  dan  konsolidasi)  dengan  mencatatkan  laba  bersih setelah pajak sebesar  Rp.  367  miliar,  naik  3% year-on-year (yoy) dari Rp. 356 miliar dalam periode yang sama tahun 2013.   “PermataBank  juga  mencatat laba opersional sebelum pencadangan sebesar Rp. 618  miliar, naik  11%  yoy, yang didorong oleh pertumbuhan yang baik pada pendapatan  bunga bersih dan pendapatan berbasis biaya (fee based income) dengan  tetap  mempertahankan  control yang  kuat  pada biaya operasional,” ujar Direktur  Keuangan PermataBank, Sandeep  Jain,  di Jakarta, Kamis (24/4).

Menurutnya, pendapatan  bunga  bersih  tumbuh 7% yoy menjadi Rp. 1,284 triliun ditopang oleh  pertumbuhan kredit yang kuat dan peningkatan aset produktif sementara pendapatan berbasis  biaya  naik  11%  yoy  menjadi  Rp. 372 miliar karena perbaikan  kinerja  pada pendapatan berbasis biaya terkait e-Channel, trade finance dan Investment Services sebagai bagian dari upaya PermataBank untuk terus  meningkatkan  pendapatan berbasis  biaya. “Beban  biaya operasional termasuk  berbagai investasi bisnis utama berhasil dikendalikan dengan baik dan  hanya  meningkat  6% yoy  menjadi  Rp. 1,039 triliun meskipun terjadi peningkatan  dalam  jumlah  karyawan dan dampak flow-through dari investasi
yang dilakukan pada tahun 2013,” jelasnya.

Sementara itu, penyaluran  kredit termasuk pembiayaan Syariah tumbuh 20% yoy (17% yoy bila tidak termasuk  dampak  dari  depresiasi Rupiah) menjadi Rp. 121,1 triliun pada  akhir  Maret 2014. Pembiayaan Syariah mencatat pertumbuhan sebesar 6% yoy menjadi Rp. 11,0 triliun pada akhir Maret 2014. Kredit tumbuh di hamper seluruh  segmen  bisnis,  termasuk  pertumbuhan yang kuat di bisnis UKM dan kredit  pada  segmen local corporate dan middle market.

Dibandingkan dengan akhir  Desember 2013, kredit tumbuh 2% yang mencerminkan kondisi likuiditas yang  ketat. Total aset pada 31 Maret 2014 mencapai Rp. 167,3 triliun, naik 21% yoy dibanding Rp. 138,1 triliun pada tahun sebelumnya.

PermataBank  juga  mencatat  basis  pendanaan  yang  kian beragam dan terus tumbuh. Dana pihak ketiga termasuk pendanaan Syariah meningkat 16% yoy (12% yoy  bila  tidak termasuk dampak dari depresiasi Rupiah) menjadi Rp. 129,2 triliun. Pendanaan Syariah mencatat peningkatan sebesar 13% yoy menjadi Rp.11,0 triliun dari Rp. 9,7 triliun di tahun sebelumnya.

Marjin  Bunga  Bersih  (NIM) mengalami pengetatan pada kuartal pertama 2014 mengingat spread antara tingkat suku bunga pinjaman dan pendanaan menyempit selama  12  bulan terakhir, mencerminkan kenaikan tingkat suku bunga secara umum dan kompetisi yang kuat untuk pendanaan.

PermataBank  terus  menerapkan  pendekatan proaktif untuk manajemen risiko, sebagaimana  tercermin  dalam  kualitas  asetnya. Rasio Non Performing Loan (NPL)  Gross dan  Net  membaik masing-masing menjadi 1,0% dan 0,3% pada 31 Maret 2014 dari 1,3% dan 0,4% pada tahun sebelumnya.

PermataBank  mempertahankan  tingkat  permodalan  yang kuat terhadap Aktiva Tertimbang  Menurut  Risiko  (ATMR)  dan  mengakhiri  periode dengan rasio kecukupan  modal (CAR) sebesar 14,5%. Ekuitas pemegang saham tumbuh 25% yoy menjadi  Rp. 16,0 triliun pada akhir Maret 2014, didorong oleh Rights Issue pada awal 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Investor Negara Maju di Asia Paling Pesimis

JAKARTA- Survey Manulife Investor Sentiment Index di Asia (Manulife ISI)

Tanggulangi Covid-19, BTN Bantu Peralatan Ventilator

JAKARTA-Direktur Finance, Planning, & Treasury PT Bank Tabungan Negara (Persero)