Laba Bersih PSSI Anjlok Jadi USD2,2 Juta

Tuesday 28 Jul 2020, 11 : 14 pm
by
Ekuitas Perseroan hingga Triwulan III 2021 tercatat sudah mencapai US$106,7 juta, lebih tinggi 13% dari jumlah posisi ekuitas pada 31 Desember 2020 sebesar US$94,5 juta.
PELITA SAMUDERA CATAT KINERJA SOLID DENGAN CAPAIAN LABA BERSIH US$15,4 JUTA, NAIK 193% HINGGA TRIWULAN III 2021

JAKARTA – PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) pada Semester I-2020 hanya tercatat senilai USD2,2 juta.

Padahal diperiode yang sama perseroan masih bisa membukukan laba bersih sebesar USD4,3 juta.

Menurut Corporate Secretary PSSI, Imelda Agustina Kiagoes, pencapaian pendapatan di Semester I-2020 mengalami penurunan sebesar 2 persen (year-on-year) menjadi USD35,5 juta.

“Meski tarif angkutan rata-rata meningkat 12 persen (y-o-y) menjadi USD2,63 per metrik ton di semester pertama tahun ini,” ujarnya dalam siaran pers perseroan yang dirilis di Jakarta, Selasa (28/7).

Dia mengatakan, pembelian empat unit kapal mother vessel (MV) pada 2019 yang telah beroperasi penuh di 2020 bisa mencatatkan pendapatan sewa berjangka senilai USD6,6 juta atau lebih tinggi dibanding periode yang sama setahun sebelumnya senilai USD3,5 juta.

Penurunan jumlah pendapatan usaha di Semester I-2020 yang tertekan oleh beban pokok pendapatan sebesar USD28,69 juta menjadikan laba kotor PSSI selama enam bulan pertama tahun ini menurun menjadi USD6,8 juta.

Adapun laba kotor perseroan di Semester I-2019 sebesar USD8,4 juta.

Per 30 Juni 2020, total liabilitas PSSI tercatat sebesar USD52,7 juta, sedangkan total ekuitas sebesar USD88,9 juta.

Dengan demikian, total aset perseroan per akhir Semester I-2020 tercatat sebesar USD141,6 juta.

Maka, total utang berbunga dibandingkan ekuitas (DER) per 30 Juni 2020 sebesar 0,41 kali.

Imelda menambahkan, pada Semester I-2020, PSSI meraih kontrak jangka panjang senilai US$19,8 juta.

Penandatanganan kontrak baru jangka panjang didapatkan dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum, dengan nilai kontrak yang ditandatangani pada Juni 2020 sebesar USD3,3 juta.

Pencapaian kontrak lain adalah perpanjangan kontrak sewa berjangka selama lima tahun untuk satu unit Floating Loading Facility (FLF) dengan PT Asian Bulk Logistics dan satu unit kapal tunda (tugboat) dengan PT Dian Ciptamas Agung.

Kontrak senilai US$16,5 juta untuk pemindahmuatan batubara di area Muara Pantai, Kalimantan Timur.

Sampai akhir Juni 2020, komposisi kontrak jangka panjang segmen FLF mencapai 94 persen dan sebesar 6 persen kontrak basis spot.

Komposisi kontrak jangka panjang segmen Tug and Barge mencapai 85 persen dan sebesar 15 persen kontrak basis spot.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

BNI Finance Angkat Suhartono Sebagai Komisaris Utama dan Lakukan Rebranding

JAKARTA-PT BNI Multifinance (BNI Finance) secara resmi mengangkat Suhartono sebagai

Bentoel Internasional Investama Jual Aset Senilai US$1,45 Juta

JAKARTA-PT Bentoel Internasional InvestamaTbk (RMBA), melalui anak usahanya, PT Bentoel