Laba Bersih TURI Anjlok 22% Jadi Rp125 Miliar di Kuartal I

ilustrasi

JAKARTA-Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Tunas Ridean Tbk (TURI) hanya mampu mencatatkan laba bersih senilai Rp125 miliar atau mengalami penurunan hingga sebesar 22 persen (year-on-year). Pendapatan bersih pun tercatat menurun sebesar 11 persen menjadi Rp3,2 triliun.

Berdasarkan siaran pers TURI yang dirilis di Jakarta, Kamis (25/6), sepanjang Kuartal I-2020 laba TURI dari bisnis otomotif menurun 17 persen (y-o-y) menjadi Rp79,3 miliar.

Pasar mobil nasional mengalami penurunan 7 persen menjadi 237.000 unit, bahkan penjualan mobil baru di TURI menurun hingga 16 persen menjadi 10.758 unit.

“Grup Tunas Ridean optimistis dapat melalui tantangan menghadapi pandemi Covid-19 dan senantiasa memantau perkembangan wabah Covid-19, serta mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampaknya pada bisnis grup,” demikian disebutkan manajemen TURI.

Baca :  Penjualan UMKM Pertamina Tembus Rp 4 Miliar

Selain penurunan pada pasar nasional mobil, pasar nasional perdagangan sepeda motor juga menurun 7 persen si Kuartal I-2020 menjadi 1,6 juta unit.

Sedangkan, penurunan penjualan sepeda motor di TURI mencapai 14 persen menjadi hanya 48.843 unit.

Bahkan, TURI mencatat kontribusi laba dari bisnis rental menurun hingga 35 persen menjadi Rp9,4 miliar yang disebabkan oleh keuntungan lebih rendah dari penjualan armada dan biaya penyusutan yang lebih tinggi.

Jumlah armada rental menurun menjadi 8.066 unit.

Pada tahun ini, TURI membagikan dividen senilai Rp145,08 miliar yang berasal dari laba bersih 2019 sebesar Rp582,7 miliar.

Besaran dividen tersebut lebih rendah dibanding dividen yang dibagikan TURI pada tahun sebelumnya mencapai Rp167,4 miliar dari laba bersih 2018 sebesar Rp560,2 miliar.

Baca :  Inilah Sanksi Bagi ASN Yang Nekat Mudik