Laba Sebelum Pajak Bank Ekonomi Tumbuh 32%

Wednesday 13 Nov 2013, 1 : 17 pm
by

JAKARTA-PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (Bank Ekonomi) mencatat laba sebelum pajak sejumlah Rp 257,4 miliar (US$26 juta) untuk periode sembilan bulan berakhir 30 September 2013 meningkat sebesar 32% dibandingkan dengan Rp 195,2 miliar (US$21 juta) untuk periode yang sama tahun lalu.  Pendapatan operasional meningkat sejumlah Rp 178,8 miliar (US$ 11 juta), yang berasal dari kenaikan pendapatan bunga bersih dan pendapatan non-bunga.

Head of Corporate Communications Bank Ekonomi, Wahyu Adiguna dalam siaran persnya yang diterima www. beritamoner.com menjelaskan pendapatan bunga bersih sejumlah Rp 850,3 miliar (US$84 juta) untuk periode sembilan bulan berakhir 30 September 2013, meningkat sebesar 23% dibandingkan dengan Rp 694,0 miliar (US$75 juta) untuk periode yang sama tahun lalu.  Peningkatan ini terutama berasal dari kenaikan saldo rata-rata kredit yang diberikan.

Sementara itu, pendapatan non-bunga sejumlah Rp 146,0 miliar (US$15 juta) untuk periode sembilan bulan berakhir 30 September 2013, meningkat sebesar 18% atau Rp 22,4 miliar (US$1 juta) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini berasal dari transaksi dalam valuta asing dan kenaikan pendapatan provisi dan komisi terutama dari produk Bancassurance.  “Simpanan dari nasabah pada tanggal 30 September 2013 meningkat sebesar Rp 2,595 miliar (US$78 juta) atau sebesar 12% menjadi Rp 23.555 miliar (US$2.061 juta) dibandingkan posisi pada tanggal 31 Desember 2012,” jelas dia.

Sedangkan, kredit yang diberikan kepada nasabah pada tanggal 30 September 2013 meningkat sebesar Rp 2,155 miliar (US$62 juta) atau 13% menjadi Rp 19.373 miliar (US$1.695 juta) dibandingkan posisi pada tanggal 31 Desember 2012

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Diduga Kongkalikong, FSP BUMN Desak Stop Pungutan Ekspor CPO

JAKARTA-Wakil Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Tri Widodo Sektianto mendesak Komisi

Menkeu: Anggaran Subsidi Energi Tetap Naik

JAKARTA-Sejalan dengan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang telah