Literasi Keuangan Dorong Layanan Produk

Friday 17 May 2013, 6 : 10 pm
Republika/irwan ariefyanto

 JAKARTA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan program literasi keuangan nasional yang menjadi target sudah melalui survei kepada 7.630 sampel di 20 provinsi seluruh Indonesia yang merepresentasikan populasi penduduk total. “Survei literasi keuangan ini dilakukan setidaknya kepada enam segmen konsumen, mulai dari anak sekolah, mahasiswa, pengusaha UMKM, pekerja formal, hingga pensiunan,” kata Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtyas S Setiono, seperti yang dilaporkan Republika online di Jakarta,Jumat,(17/5)

Menurut Kusumaningtyas, survei tersebut sekaligus sosialisasi ini untuk meningkatkan indeks pelayanan produk untuk konsumen. Hasil survei akan dilaunching untuk menunjukkan kondisi sebenarnya dari konsumen di Indonesia dan menjadikannya sebagai program terencana.

Survei literasi keuangan OJK setidaknya akan memetakan tingkat literasi masyarakat terhadap produk investasi perbankan, asuransi, dan dana pensiun. Dari sisi teknologi dan eksekusi di lapangan, OJK tengah membangun sistem tersendiri.

Pertama, dengan membuka pusat aduan (call center) dinomor (021) 500655 dan email di HYPERLINK mail to:konsumen@ojk.go.id konsumen@ojk.go.id. Sejauh ini sudah terdapat 1.000 penyampaian informasi dan aduan konsumen terkait produk jasa keuangan.

Kedua, merekrut market intelligence bertugas melakukan penelusuran dan investigasi seluruh perusahaan-perusahaan jasa keuangan yang menawarkan produk investasi, resmi atau tidak resmi. Ini untuk mengantisipasi penipuan berkedok investasi yang belakangan marak. Selain itu ada juga satuan tugas (Satgas) waspada investasi OJK yang sedang dalam tahapan revitalisasi. **can

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Fahri: Kalau Mau Jadi Syuhada, Kenapa Tak Menunggu Bulan Suci

JAKARTA-Pelaku teror bom dinilai tidak memahami agama secara utuh. Bahkan

Kisruh Minyak Goreng Selam 5 Bulan, DPR: Rakyat Sangat Lelah

JAKARTA-Kisruh minyak goreng berbulan-bulan telah menguras tenaga dan pikiran rakyat.