LPEI Tolak Tunduk Pada UU Usaha Perasuransian

Selasa 5 Feb 2013, 7 : 39 pm
by

JAKARTA – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mengaku tidak tunduk kepada Undang-Undang Perasuransian meski  LPEI masuk dalam radar pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berbisnis di industri perasuransian.  Pasalnya, LPEI mempunyai Undang-undang tersendiri yang mengatur mengenai kelembagaan LPEI. ” Bukanya kita tidak mau tunduk kepada UU Asuransi. Tapi, kita ada UU yang mengatur LPEI. Kita dari situ kelembagaanya memang sudah diatur. Tapi, kita tetap diawasi oleh OJK. Dalam UU LPEI sudah mengatur baik badan hukum, kepemilikan yang dimiliki pemerintah, tidak boleh merger, dan semacamnya,” kata  Direktur Utama LPEI, I Made Gde Erata usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat mengenai pembahasan RUU Usaha Perasuransian dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Selasa (5/2).
Saat ini, DPR tengah membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Perasuransian.

Selain fokus pada pembiayaan ekspor, Erata mengakui bahwa sejauh ini lembaga yang dipimpinnya juga menjalankan empat bisnis asuransi. “Memang UU (LPEI) memperbolehkan untuk menjalankan kedua-duanya. Untuk usaha asuransi, sudah berjalan sejak 2009,”  ujar dia.

Sejak beroperasinya OJK, jelas Erata, LPEI masuk ke dalam radar pengawasan OJK.  Namun pengawasan yang dilakukan tidak berasal dari peraturan yang diturunkan oleh UU Asuransi. Sebab, LPEI memiliki UU tersendiri, sehingga pengawasan yang dilakukan OJK kepada LPEI haruslah berdasar UU LPEI, yang diturunkan menjadi peraturan untuk melakukan pengawasan kepada LPEI. “Kita ada UU tentang LPEI. Didalam UU itu juga yang membolehkan kita memakai nama Eximbank. Kalau OJK memang mau mengawasi kita, maka jangan menggunakan UU Asuransi, tapi UU LPEI. Karena dasar hukum kita memang sudah kuat,” imbuh dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Utang ke Bank, TCPI Beli Satu Unit Kapal Senilai USD14,8 Juta

JAKARTA-PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)  membeli satu unit armada kapal

Kelolaan Keuangan Haji Diatur Dalam RUU Haji

JAKARTA-Kalangan DPR mengungkapkan tata kelola keuangan haji nantinya akan masuk