Maroef Sjamsoeddin, Dari Tentara Ke Freeport

JAKARTA-Nama Maroef Sjamsoeddin memang tak setenar sang kakak Sjafrie Sjamsoeddin yang sempat menjadi Wakil Menteri Pertahanan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun sejak mencuatnya kasus rekaman “papa minta saham” yang melibatkan Ketua DPR, Setya Novanto dan pengusaha kaya raya Muhammad Reza Chalid, ketenaran Maroef meroket bak meteor. Namanya semakin tersohor karena dialah yang merekam pembicaraan yang belakangan dikenal dengan skandal Freeport ini.

Maroef berasal dari keluarga tentara, ayahnya juga seorang tentara. Bila sang kakak mengabdi di TNI Angkatan Darat (AD), Maroef lebih memilih TNI Angkatan Udara (AU) dengan pangkat terakhirnya Marsekal. Dia berkiprah sekitar 34 tahun dan pernah menjabat sebagai Komandan Skadron 465 Paskhas, Atase Pertahanan RI untuk Brasil, Direktur Kontra Separatis BIN, Staf ahli Hankam BIN dan Wakil Kepala BIN selama periode 2011-2014.

Setelah pensiun dari militer, pemilik gelar Master of Business Administration dari Jakarta Institute Management Studies kemudian mendapat tawaran untuk bergabung dengan PT Freeport.

Melihat pengalaman Maroef di bidang ekonomi, pertahanan, militer, dan intelijen akhirnya membuat Presiden Komisaris PT Freeport Indonesia James Robert Moffett kepincut.

Ada alasan ketertarikan Moffett untuk merekrut Maroef, ketika sang Wakil Kepala BIN menangani pemogokan karyawan Freeport Indonesia pada tahun 2011.

Maroef berhasil mengatasi pemogokan itu, dan Moffett di kemudian hari menawarkan jabatan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia kepada Maroef. Moffet yakin, Maroef mampu memimpin Freeport Indonesia, termasuk memperoleh perpanjangan kontrak karya di Indonesia. Akan tetapi, Maroef menerima pinangan Freeport Indonesia tidak dalam kapasitasnya sebagai orang yang bisa memperpanjang kontrak karya Freeport di Indonesia melainkan aspek profesionalitas. Aspek profesional ini tertuang jelas dalam kontrak kerja antara Maroef dengan pihak Freeport.

Maroef pun memutuskan untuk menerima tawaran Moffett, dan jabatan baru resmi diembannya pada 7 Januari 2015 : Presiden Direktur PT Freeport Indonesia. **aec