Masalah Kesejahteraan Petani dan Nelayan Jadi Harga Mati

MALANG-Masalah  kesejahteraan petani dan nelayan hingga kini belum mendapat perhatian utama dari pemerintah. Bahkan pertanian belum menjadi prioritas yang utama. Karena itu harus diperjuangkan.  “Kesejahteran petani dan nelayan merupakan harga mati yang harus diperjuangkan mati-matian,” kata Ketua Umum Kontak Tani dan Nelayan Andalan, Winarno Thohir disela-sela pelaksaan Penas KTNA di Stadion Kanjuruhan, Selasa. (10/06/2014).

Lebih jauh kata Winarno, Penas KTNA   yang akan berakhir 12 Juni akan membahas berbagai hal terkait dengan persoalan pertanian dan nelayan. “Hasilnya nanti diserahkan kepada presiden terpilih mendatang,” ujarnya

Bahkan KTNA memberikan penghargaan kepada para kepala daerah berprestasi, terkait pertanian di daerahnya, yang berupa Lencana Emas Adi Bakti Tani Nelayan tingkat utama, madya, dan pratama.  Adapun Lencana Emas Adi Bakti Tani Utama diberikan kepada Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. “Jika setiap pemimpin kita seperti Pakde Karwo merata di seluruh Indonesia, kehidupan petani tentu akan baik,” kata Winarno.

Disisi lain, Winaro menganjurkan petani memilih presiden yang tepat pada tanggal 9 Juli mendatang. Pada kesempatan itu pula, Winarno mengingkatkan masyarakat ekonomi ASEAN. “Kelihatannya ringan. Akan tetapi, kalau tidak siap, kita akan jadi penonton. Petani dan nelayan Indonesia jangan jadi penonton, tetapi jadilah pemain,” terangnya. (ek)