MEA 2015 Tantangan bagi Indonesia

SURABAYA-Rakyat maupun dunia usaha Indonesia harus mampu menunjukkan daya saing dengan menonjolkan ide kreatif dan inovatif guna menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 yang secara efektif diberlakukan tahun 2015 . “Masyarakat Ekonomi ASEAN merupakan tantangan bagi bangsa kita untuk meningkatkan daya saing,” tegas Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dalam pidato di Kampus C, Universitas Airlangga, Surabaya, Jumat (2/5).

Selama ini, dalam amatannya, masyarakat langsung berfikir kemampuan bersaing prodak Indonesia pasti akan kalah dengan prodak luar negeri jika mendengar pedagangan bebas seperti MEA. Dengan demikian kreativitas dan inovasi dari produksi dalam negeri tidak pernah muncul bahkan cinderung menurun.

Baca :  Dorong Perekonomian, Mendes Akan Putus Mata Rantai Logistik

Lebih lanjut Hatta menjelaskan, pengembangan inovasi bukan hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahan dengan modal besar. Masyarakat kecil yang berwirausaha pun bisa mengembangkan produksi supaya diterima pasar. Hal ini jugalah yang mendorong pemerintah untuk memberikan kredit-kredit usaha kecil menegah “Banyak inovasi berkembang di usaha-usaha kecil dengan melakukan technopreneurship. Masyarakat Ekonomi ASEAN bukan momok bagi kita. Kita akan memenangkan persaingan tersebut karena kita memiliki modal, SDM yang kreatif dan kita juga memiliki geografis dengan jumlah penduduknya yang banyak,” ujar Hatta.

Selain mengedepankan kredit usaha untuk pengembangan produksi di masyarakat, pemerintah juga mengedepankan kebijakan ekonomi kerakyatan yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Sebab dalam konsep ekonomi kerakyatan tidak hanya sekedar mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Tapi juga ada nilai-nilai kesetaraan dan pemerataan yang dijaga melalui sosial dan moralitas ekonomi.

Baca :  Presiden Kampanyekan Gerakan “Ayo Menabung”

Kebijakan tersebut diusung pemerintah menjadi salah satu cara untuk melindungi kelompok-kelompok masyarakat lemah. Sebab program ekonomi kerakyatan memegang nilai-nilai kesetaraan dan pemerataan. Dengan begitu, konsep ekonomi kerakyatan bisa mendorong kemampuan masyarakat agar bisa bangkit dan bersaing di MEA 2015 mendatang.