Memilih Zulkifli Hasan Sama Dengan Mempertahankan Status Quo

Ketuam PAN, Zulkifli Hasan

JAKARTA-Persaingan memperebutkan Kursi Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2020-2025 mulai panas. Sejumlah bakal calon mulai melakukan manuver politik guna menarik dukungan DPW dan DPD PAN.

Peneliti Senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan PAN harus menciptakan perubahan dengan membuka ruang bagi pemimpin baru. Hal ini penting agar partai berlambang matahari itu bisa keluar dari posisi sebagai partai tengah yang stagnan dan bahkan cenderung mengecil.

“Kalau PAN ingin kuat dan besar serta bisa bersaing dengan parpol lain, maka menciptakan perubahan dengan membuka ruang bagi pemimpin baru itu sebuah keharusan,” tegasnya.

Menurutnya, mempertahankan pemimpin yang ada sekarang untuk tujuan membesarkan partai jelas bukan langkah yang strategis karena kecenderungan pemimpin jika diberikan kekuasaan yang lama akan memoertahankan status quo.
“Maka ketua harus diberikan pada orang baru yang mampu membangkitkan semangat untuk menyongsong masa depan partai dengan cerah,” ujarnya.

Baca :  Zulhasan: Aktifitas ‘Lelaki 1000 Janda' Bisa Jadi Rule Model di Indonesia

Lucius mengatakan kepemimpinan yang kuat menjadi sebuah kebutuhan parpol-parpol yang ada saat ini untuk bisa mengembangkan parpol, memperkuat fondasi organisasi partai, dan mempersiapkan parpol untuk meraih tahta kekuasaan.

“Partai harus kuat karena organisasinya kuat. Agar organisasi parpol kuat, maka perlu figur pemimpin yang tak hanya mendayung biduk partai untuk kesenangan, kenikmatan dan kekuasaannya semata,” ucapnya.

Dia mengatakan pemimpin partai harus menjamin bahwa semua kader bisa berkembang dan berpeluang untuk posisi yang tersedia termasuk menjadi Ketum.

“Maka ketika dulu Zulkifli pernah mengatakan bahwa jabatan ketum PAN mesti cukup satu periode. Itu mestinya satu cara terbaik untuk memastikan kerja pemimpin partai dalam memperkuat organisasi partai berjalan,” ucapnya.

Baca :  Dongkrak Popularitas, PAN Siapkan Iklan PANPAN8

Dengan hanya satu periode, maka peluang munculnya pembaharuan dengan kehadiran pimpinan baru bisa terjadi. “Kalau semangat regenerasi itu adamaka harapan munculnya semangat baru untuk membesarkan dan memperkuat parpol,” pungkasnya.

Sebenarnya, komitmen jabatan Ketum PAN hanya 1 periode saja pernah disampaikan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kepada Hatta Rajasa yang berniat maju lagi sebagai calon Ketua Umum PAN periode lalu. Namun, rupanya janji tinggal janji. Sebab, Zulkifli sendiri bahkan disebut akan maju kembali dalam Kongres PAN tahun depan.