Menaker Minta BPJS Bantu Sediakan Perumahan bagi Pekerja

JAKARTA-Menteri Ketenagakerjaan Muh. Hanif Dahkiri meminta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) agar menyiapkan skema tambahan manfaat kepada pekerja untuk menekan biaya pengeluaran dan meningkatkan kesejahteraan pekerja . “Skema bantuan atau tambahan manfaat ini juga dibutuhkan untuk membantu pekerja yang terkena dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM),” kata Menaker Muh Hanif Dhakiri, usai pertemuan tertutup dengan Dirut BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Masassya di kantor Kemenaker, Rabu (19/11).

Hanif mengatakan buruh/pekerja memang terkena dampak dari kenaikan harga BBM. Oleh karena itu, Hanif berharap BPJS Ketenagakerjaan dapat membantu meringankan pekerja melalui program-program bantuan dan tambahan manfaat. “ Kita terus berupaya melakukan terobosan- terobosan melalui kerjasama dengan berbagai pihak untuk menekan biaya pengeluaran yang selama ini menjadi beban pekerja. Apabila biaya pengeluaran dapat ditekan kesejahteraannya para pekerja pasti meningkat,” ujarnya.

Baca :  BPJS Sangat Kompleks, Presiden Harus Buka Hasil Audit BPKP

Hanif menambahkan langkah-langkah yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja ini pun meupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu pengusaha yang juga terkena dampak kenaikan BBM. “Dengan meningkatkan kesejahteraan pekerja itu artinya kita juga membantu kalangan pengusaha. Begitu persoalan biaya pengeluaran pekerja bisa ditekan maka upah bisa lebih stabil dan itu bagian dari konstribusi kita juga pada dunia usaha,” jelasnya.

Sementara itu Dirut BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Elvyn G Masassya menegaskan, pihaknya siap membantu pemerintah dengan menyiapkan skema tambahan manfaat bagi pekerja, khususnya peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, beban terbesar dari pekerja adalah masalah perumahan dan transportasi. Untuk meringankan beban pekerja tentang hal ini, kata Elvyn, BPJS Ketenagakerjaan menyediakan akses perumahan dengan menyiapkan program pinjaman uang muka perumahan (PUMP) dan membangun perumahan pekerja dalam bentuk rusunawa dan rusunami di berbagai daerah. “Saat ini sudah ada perumahan pekerja di Batam (1000 unit) dan Serang (1000 unit). Yang sedang dibangun di Palembang (1500 unit) dan Karawang (750 unit). Kita utamakan pembangunan perumahan yang dekat kawasan industri,” jelas Elvyn.

Baca :  Kesehatan Urusan Negara, DPD Kecewa Iuran BPJS Naik

“Sedangkan khusus program PUMP, tahun ini kami siapkan anggaran Rp200 miliar bagi pekerja peserta program (sudah 1 tahun sebagai peserta) dan dengan upah dibawah Rp5 juta,” tuturnya.

Untuk penyediaan akses transportasi, Elvyn pun mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah-pemerintah daerah yang banyak memiliki kawasan-kawasan , termasuk DKI Jakarta.

Ia menambahkan, pada Desember khususnya menjelang Natal, BP Jamsostek juga akan menggelar sembako murah bagi para pekerja di 11 Kantor Wilayah. Dan untuk meringankan beban pengusaha, melalui peningkatan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dimana BPJS Ketenagakerjaan siap merehabilitasi pekerja hingga siap kerja lagi (return to work) tanpa harus memberikan pesangon. “Jadi selama pekerja peserta program belum siap bekerja usai kecelakaan, BPJS akan menanggung biaya pengobatan hingga sembuh,” ujar Elvyn.

Baca :  Masalah BPJS Bisa Jadi Boomerang Jokowi