Mendag: Pasar Lelang Perpendek Mata Rantai Perdagangan

BREBES-Pasar Lelang merupakan salah satu instrumen dalam menentukan harga yang transparan sehingga dapat memberikan keuntungan baik bagi petani maupun pembeli. Berdirinya pasar lelang bertujuan untuk memperpendek mata rantai perdagangan, memberikan kepastian harga, membangun dan memperluas jaringan usaha, serta menjamin penyerahan komoditas sesuai kebutuhan dimana pelaku usaha atau penjual dan pembeli langsung bertemu. Hal ini diungkapkan Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi saat menyaksikan pelaksanaan pasar lelang bawang di Pasar Klampok, Brebes, Jawa Tengah, seperti dikutip dari laman kemendag.go.id di Jakarta, Senin (16/6).

Dalam kunjungan kerja ke Brebes, Mendag juga melakukan peninjauan ke sentra produksi dan sortasi bawang merah di Desa Luwung Ragi. ”Dengan bertemu secara langsung berarti transparan, adil, dan wajar. Diharapkan akan terbentuk harga komoditas yang dijadikan sebagai harga acuan dalam perdagangan,” jelasnya.

Baca :  Dongkrak Pengunjung, Baywalk Sebar Hadiah

Pemerintah katanya terus berupaya menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pangan, seperti bawang. Semua itu dimaksudkan agar konsumen dan petani dapat menikmati harga yang wajar serta tidak dirugikan dengan terjadinya fluktuasi harga di pasar. Salah satunya adalah dengan mengaktifkan kembali Pasar Klampok sebagai pusat distribusi bawang merah dengan menginisiasi sistem pasar lelang. “Bawang adalah salah satu komoditas utama yang memiliki nilai ekonomi tinggi, ditinjau dari sisi pemenuhan konsumsi nasional, sumber penghasilan petani, maupun potensinya sebagai penghasil devisa negara,” ungkapnya.

Pemasaran produksi bawang yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan domestik seringkali terkendala fluktuasi harga yang tinggi. Hal ini dikarenakan produksi bawang tidak dapat dilakukan sepanjang tahun dan sifat bawang yang masuk kategori komoditas tidak tahan lama. “Stabilitas harga dan pasokan serta distribusi bawang merupakan bagian penting yang harus menjadi prioritas bagi pemerintah,” paparnya.

Baca :  Ladies Market, Surga Belanja Kaum Hawa Di Thamrin City

Kegiatan pasar lelang di Jawa Tengah yang dikembangkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah telah dilakukan sejak 2003. Penyelenggaraan pasar lelang yang dibina dan diawasi oleh Kemendag berjumlah di 13 daerah provinsi penyelenggara yaitu Sumatera Barat, Jambi, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Barat.