Mengapa Harus Dukung dan Pilih Ahok-Djarot?

Ketua Umum DPP Pos Raya, Ferdinandus Semaun

Oleh: Ferdinandus Semaun.

Memenangkan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat adalah Jalan Perjuangan untuk menjaga dan melanjutkan momentum perubahan positif yang tengah terjadi di Jakarta. Apa saja perubahan positif yang terjadi di Jakarta selama masa pemerintahan Ahok-Djarot?

Kuncinya dimulai dengan Tata Kelola APBD yang bersih, transparan, dan akuntable dengan menerapkan aplikasi e-budgeting dan e-katalog dalam setiap perencanaan anggaran dan pelaksanaan program-programpembangunan DKI Jakarta.

Dgn adanya tata kelola anggaran yang bersih, transparan, dan akuntable, Ahok-Djarot telah berhasil dengan baik mencegah korupsi, mempersempit ruang gerak mafia anggaran dengan proyek fiktifnya serta praktek penyimpangan alokasi APBD lainnya (Anggaran Siluman) yang selama ini telah membudaya di birokrasi Pemda DKI. Dengan cara itu, Ahok-Djarot dapat mengoptimalkan potensi keuangan DKI Jakarta yang sangat besar untuk memberikan pelayanan yang prima kepada warga Jakarta serta meningkatkan taraf kesejahteraan hidupnya.

Apa yang sudah dilakukan oleh Ahok untuk meningkatkan mutu pelayanan publik dan meningkatkan taraf kesejahteraan hidup warganya?

Mereka memulainya dengan menata birokrasi. Birokrasi harus memiliki semangat pelayanan yang tulus kepada warga (jangan ingin dilayani dan dikasih amplop melulu). Selain memiliki jiwa pelayanan, birokrasi juga harus profesional. Pengangkatan seseorang untuk menempati posisi tertentu seperti Lurah, Camat, Walikota, Kasubdin, Kadis, dsb, tidak lagi dilakukan dengan pendekatan KKN (seperti yang marak terjadi sebelumnya). Pola baru yang diterapkan oleh Ahok Djarot adalah menggelar lelang jabatan untuk mencari SDM terbaik yang ada dilingkungan Pemda DKI, memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan kerja, serta memiliki rekam jejak dan kredibilitas yang mumpuni.

Dengan modal APBD yang maksimal (karena berhasil diselamatkan dari ulah mafia anggaran yang ingin mengkorupsinya) serta didukung oleh mesin birokrasi yang memiliki semangat pelayanan yang tinggi dgn SDMnya yang berkompeten, profesional, dan berintegritas, banyak hal yang telah dilakukan oleh Ahok-Djarot untuk kota Jakarta dan warganya.

Apa saja yang sudah dilakukan oleh Ahok-Djarot untuk Kota Jakarta dan warganya?

Mari kita melepaskan diri sejenak dari hiruk pikuk Pilkada DKI yang begitu emosional dan menggoda kita untuk menanggalkan nurani dan mengabaikan akal sehat. Dengan hati yang bening dan pikiran yang jernih, mari kita melihat perubahan yang ada dengan jujur.

Baca :  TPDI: JPU Harus Berani Diskualifikasi Rizieq Shihab Sebagai Saksi Ahli

Pertama: Semua instansi pemerintahan yang ada di lingkungan Pemda DKI sekarang menerapkan konsep pelayanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan semua warga yang datang mendapatkan pelayanan yang berkualitas. Apabila warga tidak mendapatkan pelayanan yang baik, warga dapat dengan mudah mengadukan persoalan tersebut melalui aplikasi Qlue atau mengadu secara langsung ke Gubernur di Balai Kota karena dia selalu menyediakan waktu untuk  menerima pengaduan dari masyarakat tanpa melalui prosedur birokrasi yang rumit. Hebatnya, semua aduan itu langsung ditanggap serius dan diberikan solusi langsung.

Kedua: Warga Jakarta saat ini tidak perlu cemas dan gelisah lagi memikirkan biasa pendidikan anak mereka dari SD sampe SMU/SMK. Semuanya ditanggung oleh Pemda DKI melalui Kartu Jakarta Pintar. Bukan hanya dibidang pendidikan, pelayanan dibidang kesehatan juga sama. Warga Jakarta tidak perlu cemas lagi dengan biaya pengobatan kalau ada anggota keluarganya yang sakit dan harus dirawat di puskesmas dan rumah sakit. Semua biaya ditanggung oleh Pemda DKI melalui Kartu Jakarta Sehat. Waahhhhh…… enak benar nih jadi warga Jakarta, hahahaha…….siapa dulu donk Gubernur dan Wakil Gubernurnya?

Ketiga: Pembangunan infrastruktur mengalami peningkatan dan akan terus digenjot agar kebutuhan masyarakat dapat dilayani dengan baik. Infrastruktur apa saja yang dibangun? Ada infrastruktur yang disediakan untuk taman bermain anak yang diintegrasikan dengan ruang terbuka hijau, ada infrastruktur pendidikan, infrastruktur kesehatan (termasuk pengembangkan Puskesmas agar memiliki kualitas yang sama dengan rumah sakit), penataan pasar tradisional (supaya bersih, nyaman, dan setara dengan pasar modern), infrastruktur jalan dan moda transportasi umum yang massif, nyaman, dan biaya murah. Terkait infrastruktur dan moda transportasi massal ini, kita semua sudah mengalami atau menyaksikan sarana dan pelayanan bus way sekarang sudah jauh lebih baik dan sangat nyaman.

Rute yang dilayani terus bertambah dan jadwal pelayanan ditingkatkan, serta terkoneksikan dengan daerah penyangga ibu kota termasuk melakukan penetrasi untuk melayani warga dari kompleks tempat tinggalnya. Selain itu, fasilitas moda transportasi lainnya pun seperti LRT dan MRT sekarang sedang dikebut agar segera bisa dinikmati oleh warga yang beraktifitas di/ke Jakarta.

Baca :  PPP: Ahok-Djarot Banyak Mengusung Nilai-nilai Islami

Masih adakah infrastruktur lain yang sudah dan akan terus dibangun? Masih banyak. Misalnya rumah ibadah seperti masjid, kawasan wisata, normalisasi bantaran sungai, pembangunan waduk, hutan kota, dan masih banyak lagi yang saya yakin pembaca yang budimanpun bisa menambahkannya dalam deretan panjang prestasi dan kinerja Ahok-Djarot.

Keempat: Menyediakan tempat hunian yang layak dan murah untuk warga. Nggak percaya? Datang saja ke Rusun Tambora. Di sana anda akan menemui tempat hunian yang setara apartemen dengan fasilitas lift tapi biayanya jauh lebih murah dari sewa kost mahasiswa. Hanya itu? Masih banyak yang sudah dibangun dan akan terus dibangun lagi. Kalau ada yang bertanya, apa enaknya jadi warga kelas menengah ke bawah tinggal di Jakarta saat ini? Jawabannya simple, asal anda punya KTP Jakarta, anda bisa tinggal di apartemen yang biayanya jauh lebih murah dar sewa kost di kota tetatpi tinggal anda sebelumnya. Di Jakarta saat ini, tinggal di apartemen itu tidak lagi dimonopoli oleh masyarakat menengah ke atas. Anda dan saya yang punya penghasilan yang pas-pasan pun bisa tinggal di apartemen. Hebat bukan?

Kelima: Penataan kota. Jakarta adalah ibu kota negara, karena itu kondisi Jakarta mencerminkan wajah ke-Indonesia-an kita. Penataan kota Jakarta sekarang terus digencarkan agar tumbuh dan berkembang menjadi rumah yang nyaman untuk semua, untuk kita dan juga tamu kita. Karena Jakarta adalah wajah kita semua sebagai sebuah bangsa, maka penataan kota Jakarta adalah bicara tentang harga diri dan martabat kita sebagai bangsa. Kawasan kumuh yang dipadati oleh pemukiman warga terus dibenahi, termasuk di dalamnya adalah penataan kawasan Kali Jodo, Waduk Pluit, dan bantaran kali dan sungai.

Penataan ini dilakukan secara terintegrasi dengan upaya relokasi warga ke tempat hunian yang lebih nyaman dan murah serta secara simultan ada upaya pemberdayaan ekonomi dan advokasi sosial budaya.

Baca :  AMSIK: Tanggapan Jaksa Menyesatkan

Dalam penataan itu ada riak-riakpenolakan menang harus kita akui, tetapi saya percaya suatu saat nanti kita semua, termasuk yang menolak akan bangga dan bersyukur atas apa yang sudah dilakukan oleh Ahok dan Djarot.

Penataan kota ini tidak dilakukan untuk memenuhi aspek estetika, tetapi yang paling utama adalah habitat hidup yang layak untuk kita semua sebagai manusia, termasuk warga yang direlokasi karena kepenatan pemukiman yang sumpek kekurangan udara. Selain penataan kawasan pemukiman kumuh dan padat penduduk, hal lain yang dilakukan oleh Ahok dan Djarot adalah pembenahan jalan dan trotoar, perbaikan saluran drainase, kerbersihan lingkungan yang ditopang oleh kekuatan Pasukan Orange yang selalu siaga di setiap kelurahan, pembangunan ruang terbuka hijau dan hutan kota, dan sebagainya. Satu hal lagi yang paling penting dari upaya penataan kota ini adalah penertiban dan konsistensi pemanfaatan ruang yan sesuai dengan peruntukannya.

Masih ada hal positif lain yang dihadirkan oleh Ahok Djarot untuk Kota Jakarta dan warganya?

Masih banyak…..termasuk pemberdayaan PKL dan pelaku UKM. Tetapi saya tidak akan  uraikan semuanya di sini. Saya hanya mencoba untuk menjadi bidan yang berusaha memberi inspirasi agar hal-hal indah yang telah didedikasikan oleh Ahok Djarot terlahir kembali dalam memori kita. Selanjutnya silahkan masing-masing menambah dan dengan sukacita berbagi kisah dengan yang lain.

Tentu belum semuanya berjalan dengan baik dan meraih hasil yang sempurna. Untuk itu, mari kita berikan kesempatan kepada Ahok-Djarot untuk menyelesaikan pengabdiannya sampai tahun 2022.

Kemenangan Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI adalah misi harga mati untuk menyelamatkan agenda pembangunan yang telah terbukti mampu menghadirkan manfaat yang banyak bagi masyarakat.

Kalau Ahok-Djarot kalah, akan terjadi fase transisi, ada banyak pergeseran dan benturan yang menjadi konsekwensinya. Dengan demikian, laju pembangunan yang saat ini sedang dipacu oleh Jokowi dan Ahok akan mangkrak lagi dan mungkin kita akan kehilangan momentum yang sangat berharga ini.

Salam juang kawanku semuanya.

 

Penulis adalah Ketua Umum DPP Pos Raya di Jakarta