Menghambat Laju Penyebaran Corona

Emrus Sihombing. Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner

Oleh: Emrus Sihombing

Data menunjukkan pasien positif corona covid-19 di Indonesia terus bertambah. Sedangkan jumlah yang sembuh masih lebih kecil daripada yang mendahului kita. Padahal, upaya telah dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah. Itu harus kita apresiasi.

Namun menurut hemat saya, masih ada empat upaya yang sangat strategis dapat kita lakukan atau setidaknya lebih dimaksimalkan, sebagai saran saya kepada negara dalam menahan laju penyebaran virus corons.

Pertama, kita semua harus segera mewujudnyatakan Maklumat Kapolri dalam keseharian kita. Sekalipun maklumat dapat diartikan sebagai pemberitahuan atau pengumuman, namun demi keselamatan kita bersama dari serangan virus corona, tidak ada salahnya setiap WNI memaknai dan membuat isi maklumat tersebut sebagai kewajiban dan bila perlu menjadi keharusan yang dilakukan setiap individu warga masyarakat dan negara.

Baca :  Pertamina Foundation Bagikan Masker ke Masyarakat Marginal di Jakarta

Selain itu, untuk melaksanakan Maklumat Kapolri yang sangat bagus ini, saya menyarankan, perlu penegakan hukum dan peraturan yang terkait dengan penanganan wabah penyakit menular secara tegas, namun tetap tetukur. Lebih cepat lebih baik.

Kedua, mutlak harus ada unit kerja di setiap tingkatan gugus tugas melakukan pengawasan secara ketat. Misalnya pelayanan publik di bandara, apakah semua orang di sana sudah melakukan jarak fisik satu dengan yang lain yang memadai.

Unit ini mengawasi secara terukur semua protokol yang sudah dirumuskan oleh setiap tingkatan gugus tugas. Contoh sederhana lainnya, bagaimana penyediaan hand sanitizer dan masker di setiap bandara dan pasokan ke apotik milik BUMN.

Jarak fisik, penyediaan hand sanitizer dan masker, di bandara bertaraf internasional sekalipun, tampaknya belum dilakukan maksimal.

Baca :  BTN Antisipasi Penyebaran Covid-19

Untuk itu, saya menyarankan kepada Menteri BUMN menugaskan orang lain yang bukan pegawai Kementerian BUMN melakukan uji petik pengawasan di Bandara dan Apotik milik BUMN di seleruh Indonesia tentang ketersedian dua APD yang penting tersebut, hanya sebagai contoh, demikian yang lainnya.

Ketiga, juga mutlak harus dibentuk secara khusus Unit Promosi Kesehatan di setiap tingkatan gugus tugas. Mengapa?

Menurut pemantauan saya, silahkan diujui, masih ada anggota masyarakat, baik di perkotaan maupun di desa-desa, yang belum mentaati protokol penanganan dan dampak penyebaran virus corona. Lihat saja, di beberapa pelayanan publik bahwa jarak fisik belum sesuai dengan standar kesehatan dan masih ada yang belum menggunakan APD yang memadai sesuai dengan situasi dan relasi sosial di tempat tersebut.

Baca :  Telan Rp16,2 Triliun, PUPR Kebut Tol Pekdum Selesai April 2020

Salah satu tugas Unit Promosi Kesehatan ini, misalnya, menarasikan kembali semua protokol penanganan penyebatan dan penanggulangan dampak virus corona dalam gaya bahasa dan disesuaikan dengan perilaku kearifan lokal.

Kempat, sudah mendesak ada Wamenkes dari ilmuan yang mendalami dan menguasi penyakit menular kepada manusia dari penyebaran virus. Wamen ini mempunyai kemampuan akademik mengambil langkah-langkah strategis dari aspek medis, sosial dan politik kenegaraan.

Untuk itu saya menyarakan kepada Presiden Joko Widodo sesegera mungkin mengangkat seorang Wamenkes untuk melakukan tugas tersebut dari seorang Virolog yang sangat mumpuni di bidangya, bijak, berintegritas kukuh, mempunyai good leadership, dan tak kalah pentingnya memiliki karakter kemanusiaan yang teruji.

Penulis adalah Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner di Jakarta